Jemarionline,Agam – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penyerapan 40 ribu tenaga kerja lokal untuk membantu pemulihan dampak banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera. Langkah ini sekaligus menjadi strategi pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa tenaga kerja lokal kini tersebar di berbagai lokasi terdampak. Pernyataan ini disampaikan saat meninjau langsung proyek pemulihan infrastruktur di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, didampingi Gubernur Sumbar, Wakil Ketua Komisi VI DPR, dan Bupati Agam.
“Kita sudah mempekerjakan 40 ribu tenaga kerja lokal untuk mempercepat penanganan dampak bencana di tiga provinsi,” ujar Dody. Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar perekonomian masyarakat terdampak tidak terganggu.
Instruksi awal mengenai penggunaan tenaga kerja lokal diterbitkan pada 12 Desember 2025 di Provinsi Aceh, dan kemudian diterapkan pula di provinsi lain yang terdampak.
Selain pemerintah, perusahaan BUMN seperti PT Hutama Karya Infrastruktur juga mendukung langkah ini. Supervisor Health, Safety, Security, and Environment, Budi Setia, menyebut bahwa di Kecamatan Malalak, pihaknya telah mempekerjakan 16 warga lokal sebagai supir truk, helper, dan tenaga operasional proyek pemindahan material. Proses rekrutmen dilakukan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan.
“Pemberdayaan tenaga kerja lokal menjadi standar perusahaan. Sekitar 40 persen pekerja dalam proyek ini harus berasal dari warga setempat,” kata Budi.
Dengan melibatkan tenaga kerja lokal secara besar-besaran, pemerintah berharap pemulihan infrastruktur terdampak bencana berlangsung lebih cepat sekaligus memberikan dampak positif pada ekonomi masyarakat setempat.









