Jemarionline – Jumlah penderita diabetes tipe 2 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi perhatian tenaga medis karena berkaitan erat dengan pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.
Dokter spesialis penyakit dalam menyampaikan bahwa konsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi faktor utama pemicu diabetes tipe 2. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan kini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga mulai ditemukan pada usia muda.
“Banyak pasien datang dengan kadar gula darah tinggi tanpa menyadari sebelumnya. Diabetes sering berkembang perlahan tanpa keluhan yang jelas,” ujar dokter, Jumat (24/1/2026).
Selain pola makan, kurangnya aktivitas fisik turut memperbesar risiko. Gaya hidup sedentari, seperti duduk terlalu lama dan jarang berolahraga, membuat tubuh tidak mampu mengelola gula darah secara optimal. Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat memicu komplikasi serius pada jantung, ginjal, saraf, dan mata.
Data layanan kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien baru memeriksakan diri setelah muncul keluhan seperti mudah lelah, sering haus, dan berat badan menurun tanpa sebab jelas. Kondisi ini menandakan kadar gula darah telah berada di atas batas normal dalam waktu cukup lama.
Tenaga medis mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini dengan membatasi asupan gula, memperbanyak konsumsi makanan berserat, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin. Pemeriksaan gula darah secara berkala juga dianjurkan, terutama bagi individu dengan riwayat keluarga diabetes.
Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dinilai menjadi kunci utama dalam menekan laju peningkatan penyakit diabetes di Indonesia.









