Jemarionline – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia kembali menerbitkan surat utang baru senilai Rp7 triliun pada Maret 2026. Langkah ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Danantara Investment Management.
Instrumen yang diterbitkan berupa surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) yang ditawarkan secara privat tanpa melalui penawaran umum.
Dua Seri dengan Bunga Rendah
Surat utang tersebut terbagi dalam dua seri, masing-masing bernilai Rp3,5 triliun. Keduanya menawarkan kupon tetap sebesar 2 persen per tahun.
-
Seri A: tenor sekitar 5 tahun (jatuh tempo 2031)
-
Seri B: tenor sekitar 7 tahun (jatuh tempo 2033)
Instrumen ini dinilai menarik karena memberikan bunga tetap dengan risiko yang relatif terukur.
Alasan Penerbitan Utang
Manajemen Danantara menyebut penerbitan ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya minat investor, terutama setelah kesuksesan penerbitan obligasi sebelumnya.
Selain itu, dana yang dihimpun akan digunakan untuk:
-
Mendukung investasi strategis
-
Mendorong transformasi ekonomi nasional
-
Menopang pertumbuhan jangka panjang
Strategi Pendanaan Berkelanjutan
Sebagai sovereign wealth fund yang baru dibentuk pada 2025, Danantara terus mencari sumber pembiayaan alternatif.
Sebelumnya, lembaga ini juga telah menerbitkan instrumen utang dalam jumlah besar pada 2025 melalui skema private placement untuk membiayai berbagai proyek investasi, baik di dalam maupun luar negeri.









