Jemarionline – Perayaan Idul Fitri di masa Nabi Muhammad ternyata jauh berbeda dengan sekarang.
Tidak ada THR. Tidak ada kewajiban membeli baju baru.
Sebaliknya, Lebaran dirayakan dengan kesederhanaan dan penuh makna ibadah.
Lebaran Tanpa Tradisi Modern
Saat ini, banyak orang mengidentikkan Lebaran dengan belanja dan berbagi uang.
Namun, di zaman Nabi, hal tersebut tidak dikenal.
Tidak ada:
- Tradisi THR
- Kewajiban baju baru
- Perayaan berlebihan
Sebaliknya, fokus utama adalah ibadah dan kebersamaan.
Amalan Nabi Saat Idul Fitri
Meski sederhana, ada beberapa amalan penting yang dilakukan Nabi.
Membersihkan Diri
Nabi mandi sebelum salat Id.
Hal ini menunjukkan pentingnya kebersihan di hari raya.
Memakai Pakaian Terbaik
Tidak harus baru.
Yang penting bersih, rapi, dan layak digunakan.
Menggunakan Wewangian
Nabi memakai wewangian untuk menambah kesan segar.
Salat Idul Fitri
Ini adalah ibadah utama dalam perayaan Lebaran.
Menjalin Silaturahmi
Setelah salat, Nabi menyapa dan mengunjungi orang lain.
Bersedekah
Memberi kepada yang membutuhkan menjadi bagian penting dari hari raya.
Makna Lebaran yang Sebenarnya
Bagi Nabi Muhammad, Idul Fitri adalah momen kemenangan.
Kemenangan setelah menjalani Ramadan.
Selain itu, Lebaran juga menjadi waktu untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan.









