Jakarta, Jemarionline.com – Komponen Mobil Diesel B50 menjadi perhatian setelah pemerintah mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50. Kebijakan tersebut menggabungkan 50 persen biodiesel berbahan minyak nabati dengan 50 persen solar untuk mendukung program transisi energi nasional.
Pemerintah menjadwalkan peluncuran BBM B50 pada 9 Juli 2026. Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.
Meski pengujian menunjukkan BBM B50 aman untuk kendaraan diesel, pemilik kendaraan tetap perlu meningkatkan perawatan. Kandungan biodiesel yang lebih tinggi memerlukan perhatian lebih terhadap beberapa komponen mesin.
Karena itu, pemilik mobil sebaiknya menjalankan servis secara berkala. Langkah tersebut membantu menjaga performa mesin sekaligus memperpanjang usia kendaraan.
Filter Dan Sistem Injeksi Perlu Mendapat Perhatian Khusus
Pakar otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan pemilik kendaraan agar memprioritaskan pemeriksaan filter bahan bakar. Filter tersebut berfungsi menyaring kotoran sebelum bahan bakar masuk ke ruang pembakaran.
Yannes menyarankan pemilik kendaraan mengganti filter sesuai jadwal servis pabrikan. Pemilik mobil diesel berusia lebih tua bahkan sebaiknya memeriksa filter lebih sering.
Selain filter, pemilik kendaraan juga perlu memeriksa selang bahan bakar, seal, dan O-ring. Komponen berbahan karet itu berpotensi mengalami penurunan kualitas jika digunakan dalam jangka panjang bersama biodiesel.
Pemilik mobil juga perlu mengecek pompa bahan bakar dan sistem injeksi. Pemeriksaan rutin membantu menjaga tekanan bahan bakar tetap stabil sehingga mesin bekerja lebih optimal.
Servis Berkala Jaga Performa Mesin Tetap Maksimal
Pemilik kendaraan sebaiknya menjaga kebersihan tangki bahan bakar. Tangki yang bersih membantu mencegah terbentuknya endapan yang dapat mengganggu sistem bahan bakar.
Selain itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak menyimpan BBM B50 terlalu lama di dalam tangki. Langkah sederhana tersebut membantu menjaga kualitas bahan bakar tetap baik.
Yannes juga mengimbau pemilik mobil melakukan servis di bengkel yang memahami karakteristik biodiesel. Teknisi dapat memeriksa seluruh sistem bahan bakar sekaligus mendeteksi potensi gangguan sejak awal.
Perawatan yang konsisten membuat mesin diesel tetap bekerja optimal saat menggunakan BBM B50. Dengan demikian, pemilik kendaraan dapat menikmati manfaat biodiesel tanpa mengorbankan performa maupun keandalan mesin.









