Sebulan Banjir Tak Surut, Ratusan Warga Kampung Kuranji Serang Masih Mengungsi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 29 keluarga atau 149 jiwa warga Kampung Kuranji, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, harus mengungsi akibat banjir yang belum surut. (Foto: dok. BPBD Kabupaten Serang).

Sebanyak 29 keluarga atau 149 jiwa warga Kampung Kuranji, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, harus mengungsi akibat banjir yang belum surut. (Foto: dok. BPBD Kabupaten Serang).

Jemarionline – Banjir yang melanda Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, belum juga surut. Akibatnya, puluhan keluarga terpaksa bertahan di pengungsian selama hampir satu bulan terakhir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat, hingga Kamis (4/2/2026), sebanyak 29 keluarga atau 149 jiwa masih mengungsi. Genangan air masih menutup permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.

BPBD menyebutkan, tinggi muka air banjir di Kampung Kuranji kembali mengalami kenaikan. Ketinggian air tercatat berkisar antara 5 hingga 50 sentimeter, sehingga warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing.

Menurut BPBD Kabupaten Serang, banjir disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Curah hujan tinggi tersebut memicu luapan sungai di sekitar wilayah terdampak, diperparah dengan kondisi angin kencang.

Baca Juga :  El Nino 2026 Diprediksi Bikin Kemarau Lebih Kering

“Kondisi hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga,” tulis BPBD dalam laporannya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, membenarkan bahwa warga Kampung Kuranji telah mengungsi dalam waktu cukup lama. Ia menyebut banjir tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Warga sudah hampir satu bulan berada di pengungsian. Curah hujan saat ini menyebabkan debit air meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” ujar Ahmad Muhibbin.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Tanimbar Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang itu juga memastikan bahwa penanganan terhadap pengungsi berjalan dengan baik. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus menyalurkan bantuan logistik agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

“Alhamdulillah, penanganan relatif baik dan kebutuhan logistik warga pengungsian insyaallah tercukupi,” tambahnya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Warga di daerah rawan banjir diminta memantau perkembangan cuaca dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan.

Berita Terkait

Semeru Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Sungai
Krueng Peuto Meluap, Ratusan Rumah Kembali Banjir
Tanggul Widodaren Jebol, Dua Desa di Pati Banjir
El Nino 2026 Diprediksi Bikin Kemarau Lebih Kering
Sinabung Meningkat, Aktivitas Vulkanik Terpantau Menguat
Hujan Deras Guyur Solo, Ratusan Rumah di 8 Kelurahan Terendam Banjir Luapan Sungai
Air Danau Toba Surut, Ancam Ketahanan Pangan dan Energi
Jalur Vital Aceh Lumpuh Lagi, Sungai Meluap Putuskan Akses Bireuen–Bener Meriah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:00 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Sungai

Senin, 25 Mei 2026 - 09:00 WIB

Krueng Peuto Meluap, Ratusan Rumah Kembali Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:00 WIB

Tanggul Widodaren Jebol, Dua Desa di Pati Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

El Nino 2026 Diprediksi Bikin Kemarau Lebih Kering

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:00 WIB

Sinabung Meningkat, Aktivitas Vulkanik Terpantau Menguat

Berita Terbaru