Jakarta – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) yang tidak disiplin saat menjalankan sistem work from home (WFH) dapat dengan mudah terdeteksi.
Ia menyebut, pemerintah saat ini telah memanfaatkan teknologi digital untuk memantau aktivitas pegawai, termasuk melalui sistem absensi berbasis online yang terhubung dengan lokasi perangkat.
Dipantau Lewat GPS dan Sistem Absensi
Menurut Tito, ASN yang mencoba keluar rumah atau “jalan-jalan” saat jam kerja WFH tetap bisa diketahui. Hal ini karena sistem kehadiran digital mampu melacak lokasi pegawai secara real-time melalui ponsel.
Teknologi GPS yang terintegrasi dalam sistem tersebut memungkinkan atasan mengetahui apakah pegawai benar-benar bekerja dari lokasi yang semestinya atau tidak.
Disiplin Jadi Kunci
Tito menekankan bahwa fleksibilitas kerja seperti WFH tetap harus diiringi dengan tanggung jawab dan kedisiplinan. Ia mengingatkan bahwa kemudahan teknologi tidak boleh disalahgunakan.
Menurutnya, ASN tetap memiliki kewajiban memberikan pelayanan publik secara optimal, meskipun bekerja dari luar kantor.
Evaluasi Sistem Kerja Fleksibel
Pemerintah juga akan terus mengevaluasi penerapan sistem kerja fleksibel, termasuk WFH, untuk memastikan efektivitas dan akuntabilitas kinerja pegawai.
Jika ditemukan pelanggaran, bukan tidak mungkin akan ada sanksi bagi ASN yang terbukti tidak menjalankan tugasnya dengan baik.









