Al Haris Usulkan Kenduri Sko Sungai Penuh Raih Rekor MURI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

​Foto: JERNIH.ID

​Foto: JERNIH.ID

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Gubernur Jambi Al Haris mengusulkan Kenduri Sko Sungai Penuh mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Menurutnya, tradisi adat yang kembali digelar di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7), memiliki nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan yang layak mendapat apresiasi tingkat nasional.

Al Haris menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh bersama tokoh adat, kepala daerah, dan ribuan masyarakat. Ia menilai tradisi tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat tetap menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Menurut Al Haris, Kenduri Sko tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh yang terus bertahan hingga kini.

Kenduri Sko Dinilai Miliki Nilai Budaya Tinggi

Al Haris menegaskan bahwa adat merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan para leluhur.

Ia menilai Kenduri Sko memiliki filosofi yang kuat karena mampu menyatukan masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dalam satu momentum kebersamaan. Tradisi tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong yang masih terpelihara.

Baca Juga :  Monadi dan Tiga Daerah Kompak Dukung Penerbangan Batik Air

Menurutnya, kekayaan nilai budaya itu menjadi alasan kuat agar Kenduri Sko memperoleh pengakuan yang lebih luas. Ia berharap Museum Rekor Dunia Indonesia dapat memberikan apresiasi terhadap tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat tersebut.

Apresiasi Kekompakan Masyarakat dan Pemangku Adat

Al Haris juga mengapresiasi kekompakan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku adat yang berhasil menyelenggarakan Kenduri Sko Enam Luhah. Baginya, kolaborasi tersebut menunjukkan kepedulian bersama dalam menjaga identitas budaya daerah.

Ia menyebut Sungai Penuh sebagai salah satu daerah yang tetap mempertahankan adat di tengah arus modernisasi. Menurutnya, kondisi itu menjadi modal penting untuk memperkuat karakter masyarakat sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda.

Al Haris berharap semangat menjaga adat terus tumbuh sehingga tradisi Kenduri Sko tetap menjadi kebanggaan masyarakat Jambi.

“Daerah boleh semakin maju dan modern, tetapi adat tidak boleh ditinggalkan. Kenduri Sko adalah semangat seluruh anak jantan dan anak betino untuk menjaga adat yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh panas,” ujar Al Haris.

Kenduri Sko Jadi Simbol Persatuan Masyarakat

Selain menghadiri prosesi adat, Al Haris juga menerima gelar kehormatan Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh dari Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh. Lembaga adat memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya.

Baca Juga :  Sungai Penuh Resmikan Digitalisasi Kotak Amal Berbasis QR Barcode

Pada kesempatan yang sama, lembaga adat juga menganugerahkan gelar kepada Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Bupati Kerinci Monadi, dan Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian.

Rangkaian Kenduri Sko kemudian berlanjut dengan pertunjukan seni tradisional yang menampilkan berbagai kesenian khas daerah. Ribuan masyarakat mengikuti seluruh prosesi hingga acara berakhir dalam suasana penuh kebersamaan.

Al Haris berharap Kenduri Sko terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan di Provinsi Jambi. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga berpotensi mendorong sektor pariwisata serta memperkenalkan budaya Kerinci dan Sungai Penuh ke tingkat nasional bahkan internasional.

Berita Terkait

Kebakaran Lahan Sungai Buluh Hanguskan Kebun Karet Warga Rimbo Tengah
Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan
Respons Cepat SAH Terkait Ancaman Kabut Asap di Jambi: Warga Diminta Waspada
Kebakaran Lahan Perkebunan Karet Di Bungo Berhasil Dipadamkan
Pemkab Muaro Jambi Bagikan Masker Gratis Hadapi Kabut Asap Karhutla
Sanggar Budaya Muaro Jambi Juara I Festival Batanghari 2026
Konflik Stockpile Batubara PT SAS: Warga BPR Tuntut Pemberhentian Total Aktivitas Perusahaan
Kanwil Kemenkum dan BRIDA Jambi Resmi Jalin Kerja Sama Pelindungan Kekayaan Intelektual
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Kebakaran Lahan Sungai Buluh Hanguskan Kebun Karet Warga Rimbo Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Respons Cepat SAH Terkait Ancaman Kabut Asap di Jambi: Warga Diminta Waspada

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Kebakaran Lahan Perkebunan Karet Di Bungo Berhasil Dipadamkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Sanggar Budaya Muaro Jambi Juara I Festival Batanghari 2026

Berita Terbaru