Jemarionline.com, Gelombang demonstrasi besar-besaran bertajuk “No Kings” kembali mengguncang Amerika Serikat. Aksi yang berlangsung pada 28 Maret 2026 ini melibatkan lebih dari 8 juta orang yang turun ke jalan di lebih dari 3.300 titik aksi di seluruh negeri.
Aksi tersebut menjadi salah satu protes terbesar dalam sejarah Amerika dalam satu hari, dengan partisipasi yang tersebar di seluruh 50 negara bagian.
Latar Belakang: Penolakan terhadap Kepemimpinan Trump
Demonstrasi ini ditujukan untuk mengecam kebijakan Presiden Donald Trump yang dianggap sebagian masyarakat cenderung otoriter dan melampaui batas kekuasaan.
Gerakan “No Kings” sendiri mengusung prinsip bahwa Amerika adalah negara demokrasi, bukan kerajaan, sehingga menolak bentuk kekuasaan absolut dalam pemerintahan.
Aksi Serentak di Berbagai Kota Besar
Ratusan ribu massa memadati kota-kota besar seperti:
- Minneapolis dan St. Paul (sekitar 200 ribu peserta)
- Washington, D.C. (memenuhi area Monumen Lincoln)
- New York City
Para demonstran membawa berbagai simbol dan atribut protes, termasuk patung tiruan pejabat pemerintahan, serta menyerukan perubahan kebijakan dan kepemimpinan.
Gerakan yang Terus Membesar
Aksi “No Kings” bukan yang pertama kali terjadi. Gerakan ini sudah berlangsung dalam tiga gelombang besar:
- Juni 2025: sekitar 4–6 juta peserta
- Oktober 2025: sekitar 7 juta peserta
- Maret 2026: lebih dari 8 juta peserta
Tren ini menunjukkan meningkatnya mobilisasi masyarakat sipil dalam merespons dinamika politik di Amerika Serikat.
Isu yang Diprotes
Para peserta aksi menyuarakan berbagai tuntutan, antara lain:
- Penolakan kebijakan imigrasi
- Kritik terhadap perang dan kebijakan luar negeri
- Kekhawatiran terhadap kondisi demokrasi
- Ketimpangan ekonomi dan kebijakan pemerintah









