Air Danau Toba Surut, Ancam Ketahanan Pangan dan Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air Danau Toba Surut, Ancam Ketahanan Pangan dan Energi (dok.BMKG/KOMPAS.com)

Air Danau Toba Surut, Ancam Ketahanan Pangan dan Energi (dok.BMKG/KOMPAS.com)

Jemarionline.com, Ketinggian air di Danau Toba dilaporkan terus mengalami penurunan sejak awal tahun 2026. Kondisi ini dipicu oleh rendahnya intensitas curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan pemantauan, elevasi muka air danau berada di kisaran sekitar 903 meter di atas permukaan laut, lebih rendah dari batas ideal yang telah ditentukan. Penurunan ini dinilai cukup signifikan dan mulai menimbulkan kekhawatiran di berbagai sektor.

Baca Juga :  Ngerinya Puting Beliung di Kudus, 221 Rumah Warga Rusak

Dampak ke Air, Pangan, dan Energi

Surutnya air danau berpotensi mengganggu ketersediaan air baku bagi masyarakat di kawasan sekitar, termasuk aliran ke Sungai Asahan. Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada sektor pertanian yang sangat bergantung pada pasokan air.

Tidak hanya itu, penurunan volume air turut mengancam produksi energi, terutama dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memanfaatkan aliran dari Danau Toba. Jika situasi ini berlanjut, ketahanan energi di wilayah Sumatera Utara bisa terganggu.

Baca Juga :  Ancaman Krisis Air di Timur Tengah, Sungai Eufrat dan Tigris Terancam Mengering

Upaya Antisipasi: Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama sejumlah pihak menyiapkan operasi modifikasi cuaca. Upaya ini bertujuan meningkatkan curah hujan untuk menambah volume air danau.

Operasi tersebut direncanakan berlangsung selama beberapa minggu dengan harapan mampu menstabilkan kembali ketinggian air dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat dan sektor ekonomi.

Berita Terkait

Jalur Vital Aceh Lumpuh Lagi, Sungai Meluap Putuskan Akses Bireuen–Bener Meriah
Dua Wilayah Tangsel Terendam Banjir Usai Hujan Deras, Kali Meluap
Ngerinya Puting Beliung di Kudus, 221 Rumah Warga Rusak
Tanggul Jebol, Jalur Semarang–Purwodadi Lumpuh Total
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Tanimbar Maluku, Tak Berpotensi Tsunami
Sebulan Banjir Tak Surut, Ratusan Warga Kampung Kuranji Serang Masih Mengungsi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 20:00 WIB

Air Danau Toba Surut, Ancam Ketahanan Pangan dan Energi

Selasa, 7 April 2026 - 17:00 WIB

Jalur Vital Aceh Lumpuh Lagi, Sungai Meluap Putuskan Akses Bireuen–Bener Meriah

Sabtu, 4 April 2026 - 19:00 WIB

Dua Wilayah Tangsel Terendam Banjir Usai Hujan Deras, Kali Meluap

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:00 WIB

Ngerinya Puting Beliung di Kudus, 221 Rumah Warga Rusak

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:55 WIB

Tanggul Jebol, Jalur Semarang–Purwodadi Lumpuh Total

Berita Terbaru

Air Danau Toba Surut, Ancam Ketahanan Pangan dan Energi (dok.BMKG/KOMPAS.com)

Bencana Alam

Air Danau Toba Surut, Ancam Ketahanan Pangan dan Energi

Sabtu, 11 Apr 2026 - 20:00 WIB

Saksi Ahli Sebut Kasus Kredit Macet Sritex Bukan Korupsi (Ilustrasi dok.Istimewa/infobanknews.com )

Bisnis

Saksi Ahli Sebut Kasus Kredit Macet Sritex Bukan Korupsi

Sabtu, 11 Apr 2026 - 18:00 WIB

Ilustrasi. Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. KPK menangkap total 16 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. (Sumber: KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Nasional

OTT Bupati Tulungagung, KPK Tangkap 16 Orang

Sabtu, 11 Apr 2026 - 17:00 WIB