Hubungan AS-Israel Memanas, Intelijen AS Naikkan Status Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hubungan Ameriak-Israil memanas( poto : chatGPT )

Ilustrasi hubungan Ameriak-Israil memanas( poto : chatGPT )

New York, jemarionline.ccom – Hubungan AS dan Israel memanas setelah Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) meningkatkan status ancaman terhadap aktivitas spionase Israel dari level “tinggi” menjadi “kritis”. Keputusan itu muncul saat Washington menaruh perhatian lebih besar terhadap aktivitas intelijen sekutunya tersebut.

NBC News pertama kali menyiarkan laporan ini pada Jumat. Sehari kemudian, The New York Times memuat laporan serupa dengan mengutip sumber anonim dari lingkungan pemerintahan AS.

DIA Soroti Pengawasan terhadap Pejabat Tinggi AS

Dokumen internal menunjukkan DIA menilai aktivitas intelijen Israel semakin agresif. Fokus kekhawatiran mengarah pada dugaan pemantauan terhadap pejabat tinggi Amerika Serikat.

Menurut laporan yang dikutip Al Jazeera pada Sabtu (6/6/2026), Israel diduga berusaha memperoleh informasi mengenai pembahasan internal di Gedung Putih. Pembahasan itu berkaitan dengan opsi mengakhiri perang dengan Iran.

Perbedaan sikap politik antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ikut memperbesar ketegangan.

Trump beberapa kali menyampaikan keinginan untuk menghentikan konflik. Ia menghadapi tekanan politik yang terus meningkat di dalam negeri.

Sebaliknya, Netanyahu mendorong kelanjutan operasi militer. Perbedaan arah kebijakan itu membuat upaya diplomasi berjalan lambat.

Kedua pihak sempat menyetujui gencatan senjata sementara pada 8 April. Namun, proses menuju kesepakatan damai permanen belum menunjukkan hasil.

Baca Juga :  Serangan Drone Iran ke Bandara Kuwait Lukai Warga, Penerbangan Sempat Dihentikan

Aktivitas Intelijen Meningkat Sejak Akhir 2024

The New York Times melaporkan bahwa aktivitas intelijen Israel di AS bukan hal baru. Namun, lembaga intelijen Amerika mencatat lonjakan yang lebih besar sejak akhir 2024.

Periode tersebut bertepatan dengan meningkatnya tekanan pemerintahan Joe Biden terhadap operasi militer Israel di Gaza.

Laporan itu menyebut pola pengawasan terus berlanjut sepanjang 2025. Pada saat yang sama, Donald Trump mulai menyusun pendekatan baru terhadap konflik Iran.

Intelijen AS juga menemukan indikasi adanya operasi yang lebih terorganisasi. Operasi itu menyasar sejumlah pejabat penting.

Salah satu nama yang muncul dalam laporan ialah utusan khusus Trump, Steve Witkoff. Ia sebelumnya memimpin perundingan nuklir sebelum serangan AS-Israel ke Iran pada Februari lalu.

Laporan yang sama juga menyebut pejabat kebijakan Pentagon Elbridge Colby dan wakilnya Michael DiMino IV sebagai sasaran pemantauan.

Pentagon Belum Keluarkan Pernyataan Resmi

Departemen Pertahanan AS belum menyampaikan tanggapan resmi. Namun, seorang juru bicara yang tidak disebutkan identitasnya memberikan pernyataan singkat kepada media.

Ia membantah isi laporan tersebut dan menyebut informasi itu tidak benar.

Baca Juga :  Rusia Uji Mortir Robotik Bagulnik‑82, Memuat Peluru Otomatis Hanya 5 Detik

Meski demikian, isu ini berpotensi memengaruhi hubungan intelijen kedua negara. Selama ini, kerja sama pertahanan AS dan Israel berjalan sangat erat.

Washington terus menyalurkan bantuan militer bernilai miliaran dolar. Kedua negara juga menjalankan kerja sama penjualan dan pengembangan persenjataan.

Saat ini Kongres AS masih membahas rancangan undang-undang pertahanan baru. Aturan itu berpotensi memperluas kolaborasi riset dan pengembangan senjata.

Rekam Jejak Spionase Kembali Jadi Sorotan

Aktivitas intelijen antarnegara sekutu bukan hal yang jarang terjadi. Namun, sejumlah pejabat AS menilai pola yang dikaitkan dengan Israel menunjukkan tingkat agresivitas yang lebih tinggi.

Penilaian terbaru dari DIA bahkan menempatkan ancaman spionase Israel di atas sejumlah negara sekutu lainnya.

The New York Times juga menyoroti beberapa insiden sebelumnya. Pada 2021, intelijen militer Israel disebut mencoba memasang alat perekam di markas DIA.

Pada 2025, laporan yang sama menyebut badan intelijen domestik Israel, Shin Bet, mencoba memasang perangkat serupa di kendaraan dinas Secret Service.

Perkembangan ini menambah tekanan baru dalam hubungan strategis kedua negara. Di saat kerja sama pertahanan terus berjalan, isu kepercayaan kini ikut menjadi sorotan.(ar)

Berita Terkait

Iran Serang Kapal AS, Rudal dan Drone Diluncurkan di Laut Oman
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Dua Kapal Perusak AS di Teluk Oman
Trump Ancam Netanyahu Lewat Istrinya untuk Cegah Serangan Israel ke Beirut
Iran Bantah Terlibat, Klaim Rudal Patriot AS yang Hantam Bandara Kuwait
Iran soal Serangan ke Kuwait: Biar Jadi Pelajaran Buat AS
Serangan Drone Iran ke Bandara Kuwait Lukai Warga, Penerbangan Sempat Dihentikan
Trump Minta Israel Hentikan Serangan, Netanyahu Tetap Lanjutkan Operasi Militer di Lebanon
Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:11 WIB

Hubungan AS-Israel Memanas, Intelijen AS Naikkan Status Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:00 WIB

Iran Serang Kapal AS, Rudal dan Drone Diluncurkan di Laut Oman

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:00 WIB

Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Dua Kapal Perusak AS di Teluk Oman

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:00 WIB

Trump Ancam Netanyahu Lewat Istrinya untuk Cegah Serangan Israel ke Beirut

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:00 WIB

Iran Bantah Terlibat, Klaim Rudal Patriot AS yang Hantam Bandara Kuwait

Berita Terbaru