KERINCI, Jemarionline.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci mengimbau seluruh sekolah untuk menggelar kegiatan perpisahan siswa secara sederhana. Melalui surat edaran terbaru, dinas meminta setiap sekolah mengutamakan nilai kebersamaan dan menghindari kegiatan yang dapat membebani orang tua siswa.
Imbauan tersebut muncul menjelang berakhirnya tahun ajaran 2025/2026. Pada periode ini, banyak sekolah mulai mempersiapkan berbagai kegiatan pelepasan siswa yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang masing-masing.
Dinas Pendidikan menegaskan bahwa perpisahan sekolah tetap memiliki nilai penting bagi siswa. Namun, sekolah tidak perlu menggelar acara secara berlebihan hanya untuk menciptakan kesan meriah.
Sebaliknya, sekolah dapat menghadirkan kegiatan yang sederhana, edukatif, dan tetap berkesan bagi seluruh peserta didik.
“Perpisahan merupakan momen yang penting bagi siswa. Namun, sekolah perlu mengutamakan kesederhanaan dan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi masyarakat,” demikian isi imbauan yang disampaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci.
Dinas Pendidikan Prioritaskan Kebersamaan
Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci menilai esensi utama kegiatan perpisahan terletak pada kebersamaan antara siswa, guru, dan orang tua.
Karena itu, sekolah tidak perlu mengutamakan kemewahan atau kegiatan yang membutuhkan biaya besar. Dinas mendorong sekolah untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah agar kegiatan tetap berjalan dengan baik.
Menurut dinas, siswa akan lebih mengingat kebersamaan yang mereka rasakan selama menempuh pendidikan dibandingkan kemegahan sebuah acara.
Sekolah juga dapat mengisi kegiatan dengan penampilan seni siswa, pembacaan pesan dan kesan, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, serta doa bersama.
Langkah tersebut tidak hanya mengurangi biaya pelaksanaan, tetapi juga memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan sekolah.
Sekolah Diminta Tidak Membebani Orang Tua
Dinas Pendidikan meminta seluruh sekolah mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat sebelum menyusun kegiatan perpisahan.
Banyak orang tua saat ini harus mempersiapkan berbagai kebutuhan pendidikan untuk tahun ajaran baru. Mereka perlu menyediakan biaya seragam, perlengkapan sekolah, transportasi, hingga kebutuhan belajar lainnya.
Karena itu, dinas mengingatkan sekolah agar tidak menetapkan pungutan yang memberatkan wali murid.
Kepala sekolah dan komite sekolah juga perlu berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua sebelum mengambil keputusan terkait kegiatan perpisahan.
Dinas berharap setiap sekolah dapat menciptakan suasana yang nyaman sehingga seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa terbebani oleh masalah biaya.
“Jangan sampai kegiatan perpisahan justru menimbulkan beban tambahan bagi orang tua. Sekolah harus mempertimbangkan kondisi masyarakat secara bijak,” ujar salah seorang pejabat pendidikan di Kabupaten Kerinci.
Perpisahan Tetap Bisa Berkesan Meski Sederhana
Banyak guru meyakini kegiatan sederhana tetap mampu meninggalkan kenangan yang mendalam bagi siswa.
Selama bertahun-tahun, siswa membangun hubungan dengan teman, guru, dan lingkungan sekolah. Kenangan tersebut akan tetap melekat meskipun sekolah tidak menggelar acara yang mewah.
Guru dapat mengajak siswa mengenang perjalanan mereka melalui pemutaran foto kegiatan sekolah, penampilan seni, atau sesi berbagi pengalaman selama belajar.
Kegiatan seperti itu sering kali menciptakan suasana yang lebih hangat dan penuh makna.
Selain itu, siswa dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru dan orang tua yang telah mendampingi mereka selama proses pendidikan.
“Yang paling diingat siswa biasanya bukan panggung megah atau dekorasi mahal. Mereka lebih mengingat momen kebersamaan bersama teman dan guru,” kata seorang tenaga pendidik di Kerinci.
Pendidikan Harus Mengajarkan Kesederhanaan
Dinas Pendidikan juga menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.
Melalui kegiatan perpisahan yang sederhana, sekolah dapat mengajarkan nilai kesederhanaan, tanggung jawab, dan rasa syukur kepada peserta didik.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik.
Banyak pemerhati pendidikan menilai kegiatan sederhana justru memberikan contoh yang baik bagi siswa. Mereka belajar bahwa kebahagiaan dan kebersamaan tidak selalu bergantung pada kemewahan.
Karena itu, sekolah perlu menjadikan kegiatan perpisahan sebagai sarana pendidikan karakter yang positif.
Orang Tua Sambut Positif Imbauan
Sejumlah orang tua menyambut positif langkah yang diambil Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci.
Mereka menilai kebijakan tersebut membantu mengurangi pengeluaran tambahan menjelang tahun ajaran baru.
Sebagian orang tua mengaku sering menghadapi berbagai kebutuhan pendidikan dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi tersebut membuat mereka harus mengatur pengeluaran dengan lebih cermat.
Karena itu, banyak wali murid mendukung kegiatan perpisahan yang sederhana dan tidak memerlukan biaya besar.
“Kami tentu ingin anak-anak memiliki kenangan yang baik saat lulus sekolah. Namun, kegiatan sederhana sudah cukup selama anak-anak tetap bahagia,” ujar salah seorang wali murid.
Sekolah Perlu Kreatif dan Edukatif
Dinas Pendidikan mendorong sekolah menghadirkan kegiatan yang kreatif tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Guru dan siswa dapat bekerja sama menyusun acara yang menarik dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.
Sekolah juga dapat melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan positif seperti pertunjukan seni, pameran karya, lomba kreativitas, hingga kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah dapat menciptakan acara yang lebih bermakna sekaligus memperkuat keterlibatan siswa dalam setiap kegiatan.
Kreativitas menjadi faktor penting untuk menghadirkan perpisahan yang berkesan tanpa harus mengandalkan kemewahan.
Dinas Harap Seluruh Sekolah Mematuhi Imbauan
Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci berharap seluruh satuan pendidikan dapat menjalankan imbauan tersebut dengan baik.
Selain itu, dinas juga mengajak sekolah untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua agar setiap kegiatan pendidikan dapat berjalan lancar.
Melalui pendekatan yang sederhana dan penuh kebersamaan, kegiatan perpisahan diharapkan menjadi momen yang membahagiakan bagi siswa tanpa menimbulkan beban ekonomi bagi keluarga.
Dengan mengedepankan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan kepedulian sosial, sekolah di Kabupaten Kerinci dapat menghadirkan kegiatan perpisahan yang lebih bermakna sekaligus mencerminkan tujuan utama pendidikan, yaitu membentuk karakter dan memberikan pengalaman positif bagi generasi muda. (man)









