Bupati Monadi Ungkap Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kerinci Monadi, Foto; Asep Sanjaya/RRI Sungai Penuh

Bupati Kerinci Monadi, Foto; Asep Sanjaya/RRI Sungai Penuh

KERINCI, Jemarionline.com – Bupati Kerinci Monadi mengungkap sejumlah faktor yang meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kerinci. Menurutnya, tingginya curah hujan memang menjadi pemicu, namun perubahan kondisi lingkungan ikut memperbesar dampaknya.

Monadi menjelaskan bahwa berkurangnya kawasan hutan akibat alih fungsi lahan menjadi area perkebunan dan garapan masyarakat menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya potensi bencana di beberapa wilayah. Akibat kondisi tersebut, kemampuan tanah menyerap air hujan ikut menurun.

Wilayah Kayu Aro dan Tanjung Pauh Dinilai Lebih Rawan

Pemerintah Kabupaten Kerinci mencatat beberapa wilayah memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap banjir bandang dan longsor.

Monadi menyebut kawasan Kayu Aro dan Tanjung Pauh termasuk daerah yang perlu mendapat perhatian khusus karena hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama dapat memicu bencana lebih cepat dibanding wilayah lain.

Baca Juga :  Forkopimda Jambi Turun Langsung Padamkan Karhutla Taman Nasional Berbak

Selain kondisi geografis, perubahan tutupan lahan juga ikut memengaruhi kemampuan daerah menahan aliran air.

Berkurangnya Hutan Percepat Aliran Air

Menurut penjelasan pemerintah daerah, kawasan hutan memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan.

Saat luas hutan berkurang, air hujan tidak lagi terserap secara optimal ke dalam tanah. Sebaliknya, air mengalir lebih cepat menuju daerah rendah dan permukiman warga.

Kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya genangan, banjir bandang, hingga longsor di titik-titik rawan.

Selain itu, material seperti pasir, batu, dan batang pohon juga dapat terbawa arus ketika debit air meningkat secara mendadak.

Baca Juga :  Pembangunan RSUD Kerinci Dipercepat, Dekatkan Akses Layanan Kesehatan Masyarakat

Pemkab Kerinci Perkuat Langkah Mitigasi

Pemerintah Kabupaten Kerinci menyatakan terus memperkuat langkah mitigasi untuk menekan risiko bencana.

Pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mendorong upaya pelestarian kawasan hutan agar fungsi resapan tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan penggunaan lahan dan menjaga lingkungan sekitar.

Masyarakat Diajak Ikut Menjaga Lingkungan

Monadi menekankan bahwa pencegahan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah.

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui pelestarian hutan dan pengelolaan lahan yang lebih bijak.

Dengan langkah tersebut, daerah dapat mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan
Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang
Ukir Prestasi Agra Bolsia Atilla SMAN 1 Sungai Penuh Raih Juara 1 Nasional
Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030
Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang
BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat
Aktivitas PETI Marak di Lubuk Beringin Merangin, Warga Desak Kapolda Jambi Turun Tangan
Pengurus SMSI Kabupaten Bungo 2026-2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Kemitraan Strategis
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:46 WIB

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:43 WIB

BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB