Prabowo Terapkan Ekspor SDA Satu Pintu, Raksasa Sawit RI Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kolase Minyak CPO. (CNBC Indonesia)

Foto: Kolase Minyak CPO. (CNBC Indonesia)

Jakarta, Jemarionline.com – Pemerintah mempercepat pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). Presiden Prabowo Subianto mengarahkan penguatan sistem ekspor melalui mekanisme satu pintu untuk meningkatkan pengawasan dan memperkuat penerimaan negara.

Kebijakan tersebut langsung menarik perhatian pelaku usaha karena sektor SDA selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar Indonesia.

Selain itu, pemerintah ingin membangun sistem yang lebih terintegrasi agar data ekspor lebih mudah dipantau dan diverifikasi.

Pemerintah Dorong Sistem Ekspor yang Lebih Terpusat

Pemerintah menargetkan seluruh proses ekspor komoditas strategis berjalan melalui jalur yang lebih terkoordinasi.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah ingin memperkuat transparansi transaksi dan mempersempit celah pelaporan yang tidak sesuai.

Menteri Perdagangan menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan masa transisi sebelum aturan berjalan penuh.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan:

“Implementasi penuh direncanakan mulai 1 Januari 2027.”

Pemerintah juga menyusun tahapan agar pelaku usaha dapat menyesuaikan proses bisnis secara bertahap.

Baca Juga :  IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Industri Sawit Menjadi Perhatian Utama

Sektor sawit ikut menjadi perhatian karena kontribusinya sangat besar terhadap ekspor nasional.

Indonesia selama bertahun-tahun menempati posisi penting dalam perdagangan minyak sawit global.

Karena nilai transaksi yang besar, pemerintah memperkuat pengawasan pada sektor ini.

Laporan yang dibahas pemerintah menyebut terdapat kelompok eksportir sawit besar yang masuk proses evaluasi tata kelola.

Namun, pemerintah belum mengumumkan identitas perusahaan kepada publik.

Pemerintah Soroti Dugaan Praktik Pelaporan Ekspor

Selain memperbaiki sistem administrasi, pemerintah juga mengawasi pola pelaporan transaksi ekspor.

Fokus pengawasan mencakup nilai transaksi, jalur perdagangan, dan kesesuaian data ekspor.

Pemerintah menilai pengawasan yang lebih ketat dapat membantu meningkatkan akurasi penerimaan negara.

Kepala lembaga terkait, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan:

“Yang kami lihat adalah perbaikan tata kelola dan transparansi.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah lebih menekankan penguatan sistem daripada tindakan yang terburu-buru.

Baca Juga :  Harga Perak Global dan Domestik Kompak Naik, Ini Penyebabnya

Pelaku Industri Mulai Menyesuaikan Strategi

Pelaku industri sawit mulai memantau arah kebijakan baru tersebut.

Sebagian pelaku usaha menilai sistem satu pintu dapat membantu menciptakan kepastian aturan jika pelaksanaannya berjalan konsisten.

Di sisi lain, mereka juga menunggu rincian teknis agar aktivitas ekspor tetap efisien.

Asosiasi pelaku usaha menyatakan dukungan terhadap upaya memperkuat transparansi selama implementasi tidak menghambat aktivitas perdagangan.

Dampaknya bagi Ekonomi Nasional

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat memperkuat penerimaan negara dari sektor SDA.

Selain itu, sistem yang lebih terintegrasi juga dapat membantu pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.

Jika implementasi berjalan sesuai target, Indonesia berpeluang memperkuat posisi dalam perdagangan komoditas global.

Namun, pasar tetap menunggu aturan teknis agar proses transisi berjalan lancar.(man)

Berita Terkait

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB