Jakarta, Jemarionline.com – Salat Idul Adha menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan saat Hari Raya Idul Adha tiba.
Ibadah ini memiliki susunan yang berbeda dari salat harian karena terdapat tambahan takbir pada setiap rakaat.
Selain memahami jumlah takbir, banyak umat juga ingin mengetahui bacaan yang dapat dibaca di sela-sela takbir tersebut.
Dengan memahami urutannya, jamaah dapat menjalankan salat dengan lebih tenang dan fokus.
Bacaan di Antara Takbir Salat Idul Adha
Pada jeda antar takbir, umat Islam dapat memperbanyak zikir dan pujian kepada Allah.
Salah satu bacaan yang sering digunakan yaitu:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar
Artinya:
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
Bacaan tersebut membantu jamaah menjaga kekhusyukan sebelum melanjutkan rangkaian salat.
Selain bacaan itu, sebagian ulama juga memperbolehkan zikir dan doa singkat lainnya.
Tata Cara Salat Idul Adha
Salat Idul Adha terdiri dari dua rakaat.
Pelaksanaan salat ini tidak menggunakan azan dan iqamah.
Berikut urutannya.
Rakaat Pertama
- Awali dengan niat di dalam hati.
- Lakukan takbiratul ihram.
- Lanjutkan dengan membaca doa iftitah.
- Ucapkan 7 kali takbir tambahan.
- Isi jeda setiap takbir dengan zikir.
- Baca Surat Al-Fatihah.
- Lanjutkan membaca surat Al-Qur’an.
- Selesaikan rakaat seperti salat pada umumnya.
Urutan tersebut menjadi pola yang paling umum digunakan dalam pelaksanaan salat Id.
Rakaat Kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Ucapkan 5 kali takbir tambahan.
- Isi jeda antar takbir dengan zikir.
- Baca Surat Al-Fatihah.
- Lanjutkan membaca surat Al-Qur’an.
- Akhiri salat dengan salam.
Dengan mengikuti urutan tersebut, jamaah dapat lebih mudah menjaga konsentrasi selama ibadah.
Mengapa Ada Bacaan di Antara Takbir?
Takbir tambahan bertujuan memperbanyak pengagungan kepada Allah.
Karena itu, para ulama menganjurkan umat mengisi jeda antar takbir dengan zikir.
Kebiasaan tersebut juga membantu jamaah menjaga ritme salat dan tidak terburu-buru.
Selain itu, bacaan zikir membuat suasana ibadah terasa lebih khusyuk.
Jika Lupa Jumlah Takbir, Apa yang Dilakukan?
Sebagian jamaah terkadang lupa menghitung jumlah takbir.
Dalam kondisi seperti itu, jamaah cukup mengikuti imam dan melanjutkan salat.
Mayoritas ulama menilai takbir tambahan sebagai sunnah.
Karena alasan tersebut, jamaah tidak perlu menghentikan salat hanya karena tertinggal jumlah takbir.
Dengarkan Khutbah Setelah Salat
Setelah imam menutup salat dengan salam, jamaah dianjurkan tetap berada di tempat.
Khutbah Idul Adha biasanya berisi pengingat tentang makna pengorbanan, ketakwaan, serta semangat berbagi kepada sesama.
Selain menambah pemahaman, khutbah juga melengkapi suasana ibadah hari raya. (man)









