Aksi Jual Emas Makin Besar, Rusia Lepas Cadangan dan Pasar Mulai Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas. (Treasury)

Ilustrasi emas. (Treasury)

Jakarta, Jemarionline.com – Tekanan di pasar emas global kembali meningkat setelah Rusia mulai mengurangi cadangan emasnya. Langkah ini menarik perhatian pelaku pasar karena selama bertahun-tahun Rusia dikenal sebagai salah satu negara yang aktif menambah kepemilikan emas.

Kini arah kebijakan berubah. Pemerintah Rusia memilih memperkuat ruang fiskal dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang terus berkembang.

Selain itu, pelaku pasar mulai mengamati apakah langkah tersebut akan memengaruhi harga emas dalam jangka pendek.

Rusia Kurangi Cadangan Emas

Data terbaru menunjukkan cadangan emas Rusia per awal Mei 2026 turun menjadi sekitar 73,9 juta ons troi.

Dalam satu bulan terakhir, Rusia melepas sekitar 200 ribu ons emas.

Jika dihitung sejak awal tahun, total pengurangan mencapai sekitar 900 ribu ons atau setara 27,9 ton.

Penurunan tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Angka itu juga membawa posisi cadangan emas Rusia ke level terendah sejak 2022.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa pemerintah mulai menyesuaikan strategi pengelolaan aset negara.

Defisit Anggaran Dorong Perubahan Strategi

Kondisi fiskal menjadi salah satu alasan utama di balik langkah tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Persempit Penerima PPh Final UMKM 0,5 Persen

Rusia menghadapi tekanan anggaran yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Data terbaru menunjukkan defisit anggaran negara mencapai sekitar 4,6 triliun rubel hingga akhir Maret 2026.

Karena itu, pemerintah mencari sumber tambahan untuk menjaga keseimbangan keuangan.

Analis pasar Natalia Milchakova mengatakan:

“Tanpa dukungan tambahan, tekanan terhadap anggaran dapat meningkat.”

Selain memperkuat kondisi fiskal, pemerintah juga ingin menjaga fleksibilitas cadangan devisa.

Pendapatan Energi yang Melemah Ikut Memberi Tekanan

Penurunan pendapatan sektor energi ikut memengaruhi langkah Rusia.

Selama ini, ekspor energi menjadi salah satu sumber penerimaan utama negara.

Namun, perubahan harga dan kondisi pasar global membuat pendapatan tidak setinggi sebelumnya.

Akibatnya, pemerintah mengambil langkah penyesuaian agar kebutuhan pembiayaan tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga kestabilan pasar domestik.

Negara Lain Juga Mulai Menyesuaikan Strategi

Perubahan kebijakan emas ternyata tidak hanya terjadi di Rusia.

Beberapa bank sentral lain juga mulai melakukan penyesuaian terhadap komposisi cadangan.

Data World Gold Council menunjukkan aktivitas pelepasan emas oleh sejumlah bank sentral meningkat pada awal 2026.

Meski demikian, tidak semua negara mengambil arah yang sama.

Baca Juga :  Sekutu AS Mulai Beralih ke China, Kepercayaan ke Washington Menurun

Sebagian tetap mempertahankan strategi pembelian emas untuk memperkuat aset cadangan.

Karena itu, pasar melihat adanya pola kebijakan yang berbeda antarnegara.

Bagaimana Dampaknya ke Harga Emas?

Pergerakan cadangan emas dapat memengaruhi sentimen pasar.

Jika aksi jual meningkat, tekanan terhadap harga dapat muncul dalam jangka pendek.

Namun, faktor lain juga tetap memengaruhi pergerakan emas.

Investor masih memperhatikan:

  • arah suku bunga global,
  • pergerakan dolar AS,
  • kondisi geopolitik,
  • permintaan investasi,
  • serta kebijakan bank sentral.

Karena banyak faktor bergerak bersamaan, harga emas dapat berubah dengan cepat.

Investor Perlu Tetap Cermat

Perubahan strategi bank sentral sering menjadi sinyal penting bagi pasar.

Namun, investor tidak selalu perlu bereaksi secara berlebihan terhadap satu peristiwa.

Sebaliknya, investor perlu melihat arah ekonomi secara menyeluruh.

Selain itu, pemantauan terhadap kebijakan moneter dan kondisi global juga tetap penting.

Kesimpulan

Aksi jual emas global masih berlanjut dan Rusia mulai mengurangi cadangan emasnya.

Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk menjaga kondisi fiskal dan menyesuaikan kebutuhan ekonomi.

Meski begitu, pasar masih menilai emas sebagai salah satu aset yang menarik di tengah ketidakpastian global. (man)

Berita Terkait

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB