Air Rebusan Mi Instan: Mitos Lilin yang Masih Dipercaya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Air rebusan mi instan tidak terbukti berbahaya dan tidak perlu selalu dibuang.( Poto : Grid.ID ).

Air rebusan mi instan tidak terbukti berbahaya dan tidak perlu selalu dibuang.( Poto : Grid.ID ).

Jakarta, jemarionline.com – Banyak orang langsung membuang air rebusan mi instan karena percaya cairan itu mengandung lapisan lilin berbahaya. Faktanya, air rebusan mi instan aman dikonsumsi selama proses memasak benar dan bahan masih layak, sehingga anggapan air rebusan mi instan aman perlu dilihat secara ilmiah.

Asal Mula Mitos Air Rebusan Mi

Isu soal lapisan lilin pada mi instan sudah lama beredar di masyarakat. Banyak orang mengira zat itu larut saat direbus dan masuk ke dalam kuah.

Namun, ahli gizi menegaskan bahwa mi instan tidak mengandung lapisan lilin berbahaya seperti yang sering orang pikirkan.

Air rebusan mi hanya berisi pati dari tepung dan bumbu yang larut saat proses memasak berlangsung.

Penjelasan dari berbagai sumber kesehatan seperti Healthline menyebut tidak ada bukti ilmiah yang mendukung keberadaan zat lilin tersebut.

Baca Juga :  WHO Tetapkan Darurat Ebola, Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk RI

Kenapa Banyak Orang Tetap Membuang Airnya?

Kebiasaan membuang air rebusan muncul dari preferensi rasa dan kebiasaan turun-temurun.

Sebagian orang merasa kuah terlalu kental atau ingin rasa yang lebih ringan di lidah.

Namun, produsen mi instan sebenarnya sudah merancang komposisi bumbu agar menyatu dengan air rebusan.

Saat seseorang membuang airnya, rasa yang muncul bisa berubah dan tidak lagi sesuai standar yang dirancang.

Kandungan Gizi Mi Instan yang Perlu Diperhatikan

Masalah utama mi instan bukan pada air rebusannya, tetapi pada kandungan gizinya.

Mi instan mengandung karbohidrat tinggi, tetapi rendah protein, serat, dan vitamin.

Selain itu, satu porsi mi instan mengandung natrium yang cukup tinggi untuk kebutuhan harian.

Jika seseorang mengonsumsinya terlalu sering, risiko tekanan darah tinggi bisa meningkat dalam jangka panjang.

Ahli gizi mengingatkan, “Mi instan tetap boleh di makan, asal tidak menjadi menu utama setiap hari.”

Baca Juga :  Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas

Cara Menjadikan Mi Instan Lebih Seimbang

Kamu tetap bisa menikmati mi instan tanpa rasa khawatir berlebihan.

Tambahkan sayuran seperti sawi, wortel, atau kol agar asupan serat dan vitamin meningkat.

Kamu juga bisa menambahkan telur, ayam, tahu, atau tempe untuk memperkaya protein.

Jika ingin lebih sehat, kurangi bumbu instan atau pilih varian rendah sodium yang kini sudah banyak tersedia.

Langkah sederhana ini membantu menjaga keseimbangan nutrisi tanpa harus meninggalkan mi instan.

Kesimpulan

Air rebusan mi instan tidak terbukti berbahaya dan tidak perlu selalu di buang.

Fokus utama justru ada pada pola konsumsi dan keseimbangan gizi secara keseluruhan.

Mi instan tetap aman kamu konsumsi sesekali, selama kamu mengimbanginya dengan makanan sehat lainnya.(ar)

Berita Terkait

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026
Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani

Senin, 8 Juni 2026 - 15:00 WIB

RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal

Berita Terbaru