Pati, jemarionline.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pati sejak malam hingga dini hari memicu tanggul Widodaren jebol Pati pada Sabtu, 23 Mei 2026. Air sungai langsung meluap ke permukiman warga di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci, Kecamatan Batangan. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai 50 sentimeter.
Derasnya aliran air dari wilayah selatan membuat tanggul Sungai Widodaren ambrol sepanjang sekitar 10 meter. Dalam waktu singkat, air memenuhi rumah warga, jalan desa, area usaha, hingga tempat penyimpanan gabah hasil panen.
Warga yang masih beristirahat langsung bergegas menyelamatkan barang berharga saat air mulai masuk ke rumah pada pagi hari.
Debit Sungai Naik Sepanjang Malam
Warga Desa Raci, Pardiman, mengatakan hujan turun hampir tanpa henti sejak malam. Kondisi itu membuat debit Sungai Widodaren naik drastis menjelang pagi.
Ia menilai beberapa bagian tanggul memang sudah rapuh. Saat arus sungai semakin deras, tanggul tidak mampu bertahan lebih lama.
“Air dari selatan terlalu deras. Tanggul di sini ada yang tipis dan pendek, jadi tidak kuat menahan arus,” kata Pardiman.
Menurut dia, tanggul mulai ambrol sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah itu, air langsung mengalir ke rumah-rumah warga dan menutup akses jalan desa.
Desa Raci Alami Dampak Terparah
Banjir paling besar melanda Desa Raci. Air merendam rumah warga, kios kecil, dan gudang penyimpanan gabah milik petani.
Genangan setinggi lutut orang dewasa membuat aktivitas warga lumpuh sementara. Banyak warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.
Sejumlah pengendara motor juga nekat menerobos banjir. Akibatnya, beberapa kendaraan mogok di tengah jalan.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul secara permanen. Mereka khawatir banjir serupa kembali terjadi saat hujan deras turun dalam beberapa hari ke depan.
Tanggul Sudah Tiga Kali Ambrol
Anggota Koramil Batangan, Sertu Sukamto, menyebut hujan deras sejak Jumat malam menjadi penyebab utama naiknya debit Sungai Widodaren.
Menurut dia, air di jalan utama desa mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Banjir kali ini berdampak pada dua desa, terutama beberapa RT di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci.
“Akibat hujan semalaman, tanggul jebol dan wilayah Desa Raci tergenang air,” ujar Sukamto.
Ia juga menjelaskan bahwa tanggul tersebut sudah beberapa kali mengalami kerusakan sepanjang tahun ini. Petugas sebelumnya memasang bronjong untuk menahan arus sungai, tetapi bagian lain tanggul kembali ambrol.
“Selama tahun ini sudah tiga kali jebol. Setelah ditanggulangi, ternyata di sampingnya jebol lagi,” katanya.
Kondisi itu membuat warga semakin khawatir karena kerusakan tanggul terus berulang setiap debit sungai meningkat.
Perbaikan Belum Bisa Dilakukan
Sampai Sabtu malam, petugas belum memulai perbaikan penuh karena debit air Sungai Widodaren masih tinggi. Arus sungai yang deras juga menyulitkan proses penanganan di lokasi tanggul jebol.
Sementara itu, warga mulai membersihkan rumah dan menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan. Sebagian warga juga tetap berjaga untuk mengantisipasi banjir susulan.
Curah hujan di wilayah Pati masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, warga di sekitar aliran sungai memilih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun pada malam hari.
Pemerintah daerah kini mendapat dorongan untuk memperkuat tanggul Sungai Widodaren agar banjir tidak terus mengancam permukiman warga setiap musim hujan datang.(ar)









