BPBD Lombok Tengah Siaga Air Bersih Jelang Kemarau

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumur milik salah seorang Warga di Lombok Tengah( Poto : ANTARA ).

Sumur milik salah seorang Warga di Lombok Tengah( Poto : ANTARA ).

Lombok Tengah, jemarionline.comBPBD Lombok Tengah mulai menyiapkan pasokan air bersih untuk menghadapi musim kemarau 2026. Pemerintah daerah menyiapkan 300 tangki air bersih karena warga di beberapa wilayah mulai mengajukan bantuan.

Permintaan air bersih Lombok Tengah mulai muncul sejak Mei 2026. Walau hujan masih turun di sejumlah daerah, BPBD memilih bergerak lebih cepat agar warga tidak kesulitan air saat kemarau datang.

Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, mengatakan masyarakat dari beberapa kecamatan sudah meminta bantuan air bersih.

“Saat ini memang sudah ada permintaan air bersih meski jumlahnya belum terlalu banyak,” kata Ridwan di Lombok Tengah, Sabtu.

Warga Mulai Ajukan Bantuan Air

BPBD mencatat penyaluran tujuh tangki air bersih selama Mei 2026. Petugas mengirim bantuan itu ke Kecamatan Pujut, Praya Timur, dan Jonggat.

Menurut Ridwan, biasanya permintaan air meningkat saat kemarau mulai terasa. Namun tahun ini warga mulai mengajukan bantuan lebih awal.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan musim kemarau 2026 berpotensi berlangsung lebih panjang dibanding tahun lalu.

Baca Juga :  PUBG Mobile Januari 2026: Event Winter Tactical & Hadiah Gratis

Karena itu, BPBD memperkuat kesiapan lebih awal agar kebutuhan air masyarakat tetap aman selama musim kemarau.

Hujan Masih Turun di Sejumlah Wilayah

Meski kemarau mulai mendekat, hujan deras masih mengguyur beberapa wilayah Lombok Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Cuaca ekstrem bahkan menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Desa Kerembong, Kecamatan Janapria.

Kondisi itu membuat BPBD harus bersiap menghadapi dua situasi sekaligus, yaitu hujan lebat dan ancaman kekeringan.

Ridwan mengatakan pihaknya terus memantau kondisi cuaca sambil menyiapkan distribusi air bersih untuk masyarakat.

BPBD Siapkan Armada dan Stok Air

BPBD Lombok Tengah menyiapkan dua mobil tangki untuk mengirim air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

Selain itu, BPBD juga memastikan persediaan air masih mencukupi. Saat ini PDAM menyediakan sekitar 200 tangki air, sementara BPBD memiliki cadangan tambahan sebanyak 100 tangki.

Dengan stok tersebut, pemerintah daerah optimistis bisa memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau berlangsung.

“Kalau warga membutuhkan air bersih, kami siap langsung mengirim bantuan,” ujar Ridwan.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar distribusi air berjalan lancar saat permintaan meningkat.

Baca Juga :  Wawako Sungai Penuh Hadiri Prosesi Gelar Adat Melayu Jambi Bersama Gubernu

Warga Diminta Mulai Hemat Air

BPBD mengimbau masyarakat mulai menggunakan air secara bijak sejak sekarang. Pemerintah meminta warga tidak memakai air secara berlebihan agar persediaan tetap aman.

Ridwan juga meminta warga mulai menyiapkan cadangan air di rumah masing-masing. Menurutnya, langkah sederhana seperti menampung air hujan bisa membantu menghadapi musim kemarau.

Selain itu, warga juga perlu memeriksa saluran air yang bocor agar tidak terjadi pemborosan.

BPBD berharap kesadaran masyarakat bisa membantu mengurangi risiko kekeringan di wilayah Lombok Tengah selama musim kemarau 2026.

Penutup

BPBD Lombok Tengah bergerak lebih cepat untuk menghadapi musim kemarau 2026 dengan menyiapkan 300 tangki air bersih dan armada distribusi. Langkah ini dilakukan setelah warga di beberapa kecamatan mulai mengajukan bantuan air bersih.

Pemerintah daerah memastikan stok air masih aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat. BPBD juga meminta warga mulai menghemat penggunaan air agar persediaan tetap cukup selama musim kemarau panjang.(ar)

Berita Terkait

Harga Asli PlayStation Tembus Rp27 Juta, Ini Penyebabnya
Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Picu Inflasi Besar, Pemerintah Sebut Dampaknya Terbatas
IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar
Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan
SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan
300 Personel Polisi Amankan Yellow Run 2026 di GBK, Lalu Lintas Diatur Situasional
Menkeu: Pemerintah Fokus Jaga Kekuatan Fondasi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga Asli PlayStation Tembus Rp27 Juta, Ini Penyebabnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Picu Inflasi Besar, Pemerintah Sebut Dampaknya Terbatas

Senin, 8 Juni 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:34 WIB

Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:42 WIB

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB