Jakarta, jemarionline.com – Penolakan final ulang LCC Empat Pilar Kalbar 2026 menjadi sorotan setelah Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto mengapresiasi sikap SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.
Abraham menilai para siswa dari kedua sekolah tersebut sudah menerapkan nilai Empat Pilar dalam sikap mereka.
Ia menyebut mereka menunjukkan persatuan, keadilan, toleransi, dan sikap demokratis.
Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa tujuan sosialisasi Empat Pilar berjalan dengan baik di lingkungan pelajar.
MPR Jelaskan Alasan Final LCC Diulang
MPR memutuskan mengulang final LCC setelah muncul sorotan publik. Panitia menemukan adanya kesalahan teknis dari dewan juri dan pembawa acara.
Kesalahan itu dinilai memengaruhi hasil pertandingan dan merugikan salah satu peserta.
MPR kemudian menilai perlu ada pertandingan ulang agar hasil lomba berjalan lebih adil. Langkah ini juga bertujuan menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan lomba.
Dua Sekolah Menolak Pertandingan Ulang
SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan ikut dalam final ulang. Pihak sekolah meminta kejelasan atas proses lomba yang mereka nilai belum transparan.
Mereka menegaskan tidak bermaksud membatalkan hasil lomba, tetapi ingin mendapatkan klarifikasi.
SMAN 1 Sambas juga menolak final ulang. Sekolah ini menyatakan siswa mereka sudah mengikuti lomba sesuai aturan panitia.
Mereka juga membantah tuduhan kecurangan dan menyebut tidak ada praktik yang merugikan pihak lain.
Sikap Kedua Sekolah
Kedua sekolah menegaskan bahwa mereka tidak ingin menyerang pihak penyelenggara. Mereka hanya ingin menjaga keadilan dan keterbukaan dalam proses lomba.
Keduanya juga meminta semua pihak menghormati keputusan yang sedang berjalan agar masalah ini bisa selesai secara objektif.(ar)









