Sungai Penuh, jemarionline.com — Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mencatat kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama triwulan pertama tahun 2026.
Tenaga kesehatan menangani 25 kasus DBD di sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh sejak Januari hingga Maret 2026.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Yefrizal, menyebut jumlah kasus DBD meningkat sekitar 20 persen pada tahun ini.
“Curah hujan tinggi memicu munculnya genangan air dan mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Yefrizal, cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama kenaikan kasus DBD tahun ini.
Banjir yang sempat melanda beberapa kawasan juga meningkatkan risiko penyebaran nyamuk pembawa virus dengue.
Curah Hujan Tinggi Picu Perkembangan Nyamuk
Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh melihat musim penghujan membuat populasi nyamuk meningkat lebih cepat.
Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air yang berada di sekitar permukiman warga.
Warga masih sering menemukan genangan air pada ember bekas, pot bunga, ban bekas, selokan, dan tempat penampungan air.
Yefrizal menjelaskan kasus DBD biasanya meningkat pada awal dan akhir tahun karena curah hujan lebih tinggi pada periode tersebut.
Cuaca lembap juga mempercepat penyebaran nyamuk di kawasan padat penduduk.
Pada awal Januari 2026, tenaga kesehatan menemukan lima kasus DBD di Kota Sungai Penuh.
Sebelumnya, petugas kesehatan sempat melihat tren penurunan kasus selama dua tahun terakhir.
Sepanjang 2025, tenaga kesehatan menangani 85 kasus DBD. Jumlah itu lebih rendah ketimbang 171 kasus pada tahun 2024.
Namun, perubahan cuaca pada awal 2026 kembali mendorong kenaikan jumlah kasus.
Dinas Kesehatan Gencarkan Gerakan 3M Plus
Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh terus menggencarkan sosialisasi pencegahan DBD kepada masyarakat.
Petugas kesehatan mengajak warga rutin menjalankan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Petugas kesehatan juga meminta masyarakat membersihkan saluran air dan halaman rumah secara rutin.
Selain itu, warga dapat memakai obat antinyamuk dan memasang kawat pelindung pada ventilasi rumah.
Yefrizal menegaskan peran masyarakat sangat penting untuk menekan penyebaran DBD.
“Kalau masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan, kita bisa menekan penyebaran DBD bersama,” katanya.
Tenaga Medis Pantau Kondisi Pasien
Tenaga medis terus memantau kondisi pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas.
Dinas Kesehatan memastikan seluruh pasien menerima penanganan medis secara cepat.
Sampai sekarang, tenaga kesehatan belum menemukan kasus kematian akibat DBD di Kota Sungai Penuh.
Petugas kesehatan meminta masyarakat segera datang ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan muncul bintik merah pada kulit.
Penanganan cepat membantu tenaga medis mencegah kondisi pasien memburuk akibat komplikasi DBD.
Warga Perlu Tingkatkan Kewaspadaan
Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh meminta masyarakat tetap waspada selama musim hujan masih berlangsung.
Warga perlu rutin memeriksa lingkungan rumah agar tidak muncul genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Selain menjaga kebersihan rumah, masyarakat juga perlu aktif mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.
Pemerintah berharap langkah pencegahan terhadap masyarakat dapat menekan penyebaran DBD dalam beberapa bulan mendatang.
Masyarakat juga perlu menjaga pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari ancaman penyakit demam berdarah.(man)









