Benchmarking Perdana STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh ke BPMI UNP, Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok,UNP

Dok,UNP

Jemarionline.com — STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh mulai memperkuat kualitas pendidikan melalui langkah nyata. Kampus tersebut menggelar benchmarking perdana ke Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu, 6 Mei 2026.

Rombongan dari Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) datang langsung ke UNP untuk mempelajari sistem penjaminan mutu yang sudah berjalan dengan baik. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem mutu yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pihak UNP menerima kunjungan tersebut dengan terbuka. Tim BPMI langsung mengajak peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan mutu pendidikan.

Fokus pada Penguatan Sistem Penjaminan Mutu

Ketua LPMI STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, Dr. Mahli Zainuddin Tago, M.Si., menegaskan bahwa pihaknya ingin meningkatkan kualitas sistem secara menyeluruh.

“Ini merupakan benchmarking pertama kami. Kami ingin belajar langsung dari BPMI UNP, terutama dalam menerapkan sistem penjaminan mutu yang efektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa timnya tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga memahami secara detail bagaimana siklus SPMI berjalan. Mereka mempelajari proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut dari setiap program mutu.

Dengan cara ini, STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh ingin membangun sistem yang tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar berjalan di lapangan.

Baca Juga :  UNP Siapkan 3.328 Calon Guru Lewat Workshop Kurikulum Nasional

UNP Berbagi Praktik Terbaik

Kepala BPMI UNP, Prof. Dr. Abna Hidayati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penjaminan mutu harus berjalan secara konsisten.

“Setiap perguruan tinggi harus terus meningkatkan kualitas. Sistem mutu tidak boleh berhenti, tetapi harus berkembang mengikuti kebutuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa UNP juga terus belajar dari kampus lain. Dengan cara itu, UNP bisa menjaga kualitas sekaligus meningkatkan standar yang sudah ada.

Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi mempercepat peningkatan mutu. Setiap institusi bisa saling belajar tanpa harus memulai dari nol.

Diskusi Interaktif dan Berbagi Pengalaman

Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala yang sering muncul dalam penerapan SPMI.

Tim BPMI UNP menjawab setiap pertanyaan secara rinci. Mereka juga membagikan pengalaman praktis yang bisa langsung diterapkan.

Diskusi ini membuat suasana lebih hidup. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga memahami konteks nyata di lapangan.

Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kampus tersebut tidak ingin tertinggal dalam persaingan pendidikan tinggi.

Mahli menegaskan bahwa hasil benchmarking akan langsung ditindaklanjuti.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti di sini. Kami akan menerapkan ilmu yang kami dapat untuk memperkuat sistem mutu di kampus,” tegasnya.

Baca Juga :  Inilah Destinasi Wisata Terindah Di Provinsi Jambi 4 Ada Di Kerinci

Ia juga menilai bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada sistem yang baik. Tanpa pengelolaan mutu yang jelas, sulit bagi kampus untuk berkembang.

Pentingnya Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

Kegiatan benchmarking ini menunjukkan pentingnya kerja sama antarperguruan tinggi. Setiap kampus memiliki keunggulan masing-masing yang bisa dibagikan.

UNP berperan sebagai rujukan dalam pengelolaan mutu. Pengalaman yang dimiliki kampus tersebut membantu institusi lain berkembang lebih cepat.

Di sisi lain, STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Kolaborasi seperti ini membuka peluang kerja sama lanjutan, seperti pelatihan, pendampingan, hingga program bersama.

Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan

Benchmarking tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. Sistem mutu yang baik akan menghasilkan lulusan yang lebih kompeten.

Selain itu, peningkatan mutu juga mendukung target pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan berkualitas.

Langkah STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh ini menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari inisiatif sederhana. Kemauan untuk belajar menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas.

Berita Terkait

Kebakaran Lahan Sungai Buluh Hanguskan Kebun Karet Warga Rimbo Tengah
Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan
Pemprov Jambi Resmi Alihkan Kegiatan Belajar Mengajar Menjadi PJJ/Daring
Respons Cepat SAH Terkait Ancaman Kabut Asap di Jambi: Warga Diminta Waspada
Kebakaran Lahan Perkebunan Karet Di Bungo Berhasil Dipadamkan
Pemkab Muaro Jambi Bagikan Masker Gratis Hadapi Kabut Asap Karhutla
Sanggar Budaya Muaro Jambi Juara I Festival Batanghari 2026
Konflik Stockpile Batubara PT SAS: Warga BPR Tuntut Pemberhentian Total Aktivitas Perusahaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Kebakaran Lahan Sungai Buluh Hanguskan Kebun Karet Warga Rimbo Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Pemprov Jambi Resmi Alihkan Kegiatan Belajar Mengajar Menjadi PJJ/Daring

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Respons Cepat SAH Terkait Ancaman Kabut Asap di Jambi: Warga Diminta Waspada

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Kebakaran Lahan Perkebunan Karet Di Bungo Berhasil Dipadamkan

Berita Terbaru