Longsor di Merangin Putus Akses Desa, Pemkab Turunkan Alat Berat Darurat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ANTARA

Foto: ANTARA

Merangin, Jambi, Jemarionline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin langsung bergerak menangani longsor yang menutup akses jalan di Kecamatan Jangkat. Longsor itu memutus jalur utama dan membuat warga di beberapa desa terisolasi.

Pemkab Merangin segera mengirim tim gabungan ke lokasi dan menyiapkan alat berat untuk membuka akses jalan. Pemerintah fokus memulihkan jalur transportasi agar bantuan dan kebutuhan warga bisa kembali masuk ke wilayah terdampak.

Pemkab Merangin Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Longsor

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin mengirim alat berat menuju titik longsor di Kecamatan Jangkat. Tim teknis mengatur rute karena kendaraan besar tidak bisa langsung melewati akses utama.

Kepala Dinas PUPR Merangin mengatakan tim bekerja cepat di lapangan untuk membuka jalur yang tertutup material longsor.

“Kami sudah kirim tim ke lokasi dan alat berat sedang menuju titik terdampak. Kami prioritaskan pembukaan akses secepat mungkin,” ujarnya.

Petugas di lapangan juga melibatkan warga sekitar untuk membantu membuka jalur awal agar alat berat bisa masuk lebih cepat ke lokasi.

Baca Juga :  Inilah Destinasi Wisata Terindah Di Provinsi Jambi 4 Ada Di Kerinci

Desa Koto Rawang Terputus Aksesnya

Longsor menutup akses menuju Desa Koto Rawang di Kecamatan Jangkat. Kondisi ini membuat sekitar 250 warga tidak bisa keluar masuk desa dengan normal.

Tiga titik longsor menimbun badan jalan, sementara satu jembatan ikut rusak akibat derasnya arus air. Kondisi itu membuat jalur alternatif tidak bisa digunakan.

Warga terpaksa melewati jalur darurat dengan kondisi berat. Beberapa kendaraan roda dua bahkan harus diangkat karena jalan tertutup lumpur dan material longsor.

Warga Kesulitan Dapatkan Kebutuhan Pokok

Terputusnya akses membuat warga kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan sehari-hari. Distribusi makanan, bahan bakar, dan logistik lain ikut terganggu.

Warga Desa Koto Rawang yang sebagian besar bekerja sebagai petani kopi, kayu manis, dan padi juga tidak bisa mengirim hasil panen ke luar desa.

Seorang warga, Roni (38), mengatakan kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari terganggu.

“Kami tidak bisa keluar desa sekarang. Hasil kebun juga tidak bisa kami kirim karena jalan tertutup,” kata Roni.

Pemerintah Percepat Penanganan di Lapangan

Pemkab Merangin mempercepat penanganan longsor dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Pemerintah juga berkoordinasi dengan BPBD untuk memantau kondisi dan memastikan keselamatan warga.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Matangkan Strategi Kejar Target PAD 2026

Petugas di lapangan terus memantau kondisi tanah karena hujan masih turun dan meningkatkan risiko longsor susulan.

“Kami minta warga tetap waspada karena kondisi tanah masih labil dan hujan masih sering turun,” ujar petugas BPBD Merangin.

Alat Berat Jadi Fokus Utama Pembukaan Akses

Pemerintah menjadikan alat berat sebagai prioritas utama untuk membuka akses jalan. Material longsor yang cukup besar membuat pembersihan manual tidak memungkinkan dilakukan secara cepat.

Tim di lapangan langsung memusatkan pembersihan pada titik longsor paling parah agar jalur bisa segera terbuka sebagian. Pemerintah menargetkan akses darurat bisa digunakan kembali dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Konflik Stockpile Batubara PT SAS: Warga BPR Tuntut Pemberhentian Total Aktivitas Perusahaan
Kanwil Kemenkum dan BRIDA Jambi Resmi Jalin Kerja Sama Pelindungan Kekayaan Intelektual
Wagub Jambi Minta Desa Talang Duku Perkuat Peran Adat dan Benteng Generasi Muda
Sungai Penuh Raih Prestasi Pendidikan, Dapat Rp1,5 Miliar
Pendapatan Sungai Penuh Naik Rp5 Miliar, Ini Rinciannya
DPRD Sungai Penuh Bahas KUA-PPAS APBD 2027 dalam Rapat Kerja
Pejabat Ditjen PAS Jambi Ditangkap, Polisi Sita 536 Butir Ekstasi
Tingkatkan Layanan Literasi, Guru MTsN 1 Tebo Ikuti Bimtek Perpustakaan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Konflik Stockpile Batubara PT SAS: Warga BPR Tuntut Pemberhentian Total Aktivitas Perusahaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Kanwil Kemenkum dan BRIDA Jambi Resmi Jalin Kerja Sama Pelindungan Kekayaan Intelektual

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Wagub Jambi Minta Desa Talang Duku Perkuat Peran Adat dan Benteng Generasi Muda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Sungai Penuh Raih Prestasi Pendidikan, Dapat Rp1,5 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Pendapatan Sungai Penuh Naik Rp5 Miliar, Ini Rinciannya

Berita Terbaru