SUNGAI PENUH, Jemarionline.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh memperkuat komitmen di sektor pendidikan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Melalui momentum ini, pemerintah tidak hanya menyoroti pentingnya pendidikan karakter, tetapi juga langsung meluncurkan program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.
Upacara berlangsung khidmat. Selain itu, jajaran pemerintah, tenaga pendidik, dan pelajar ikut hadir. Karena itu, peringatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus langkah konkret untuk perbaikan pendidikan.
Pendidikan Karakter Jadi Fokus Utama
Wali Kota Sungai Penuh menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi prioritas. Menurutnya, kemampuan akademik saja tidak cukup.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya pintar, tetapi juga punya karakter kuat dan berintegritas,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai perkembangan teknologi membawa tantangan baru. Oleh sebab itu, sekolah harus memperkuat nilai moral dan etika.
Pemerintah kini mendorong sekolah untuk memasukkan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar. Di sisi lain, guru juga harus memberi contoh langsung kepada siswa.
“Sekolah harus membentuk kepribadian, bukan sekadar mengajar,” tegasnya.
Beasiswa Jadi Solusi Akses Pendidikan
Sementara itu, Pemkot Sungai Penuh juga meluncurkan program beasiswa. Program ini menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dengan adanya program ini, pemerintah ingin membuka akses pendidikan yang lebih luas. Bahkan, bantuan mencakup biaya kuliah dan kebutuhan dasar.
“Kami ingin semua anak punya kesempatan kuliah. Karena itu, faktor ekonomi tidak boleh jadi penghalang,” kata wali kota.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif “Sungai Penuh Juara”. Selain membantu mahasiswa, program ini juga mendorong peningkatan kualitas SDM.
Pendaftaran Dibuka Secara Terbuka
Dinas Pendidikan membuka pendaftaran sejak 20 April hingga 20 Mei 2026. Selanjutnya, peserta bisa mendaftar secara langsung atau online.
Kepala Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa proses seleksi akan berjalan transparan. Oleh karena itu, pemerintah akan memprioritaskan mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
“Kami memastikan seleksi berjalan adil dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah meminta perangkat desa ikut menyosialisasikan program ini. Dengan begitu, informasi bisa menjangkau seluruh masyarakat.
Sejalan dengan RPJMD
Kebijakan ini sejalan dengan RPJMD Sungai Penuh 2025–2029. Dalam rencana tersebut, pemerintah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.
Tidak hanya itu, pemerintah juga fokus pada pembangunan manusia. Sebab, kualitas SDM menentukan masa depan daerah.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang,” kata wali kota.
Dampak Jangka Panjang
Ke depan, program ini diharapkan meningkatkan jumlah mahasiswa dari Sungai Penuh. Selain itu, angka putus sekolah juga bisa ditekan.
Di sisi lain, pendidikan karakter akan membentuk generasi yang disiplin dan bertanggung jawab. Karena itu, manfaat program ini tidak hanya bersifat jangka pendek.
Seorang pengamat pendidikan menilai kebijakan ini sudah tepat.
“Program ini relevan. Pendidikan karakter dan akses pendidikan harus berjalan bersama,” ujarnya.
Peran Masyarakat Sangat Penting
Namun demikian, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh sebab itu, masyarakat harus ikut berperan.
Sekolah harus konsisten menanamkan nilai karakter. Sementara itu, orang tua perlu membangun kebiasaan positif di rumah.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” kata seorang guru.
Hardiknas Jadi Momentum Perubahan
Akhirnya, Hardiknas 2026 menjadi pengingat pentingnya pendidikan bagi masa depan. Karena itu, pemerintah berharap program ini berjalan berkelanjutan.
Pemkot Sungai Penuh ingin menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter. Dengan demikian, daerah bisa berkembang lebih cepat.
“Hardiknas harus jadi momentum perubahan, bukan sekadar seremoni,” tutup wali kota.









