India Tuntaskan Pengadaan Ratusan Drone Kamikaze Lokal Hanya dalam 2 Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

India Tuntaskan Pengadaan Ratusan Drone Kamikaze Lokal Hanya dalam 2 Bulan ( dok.inside FPV/AIRSPACE REVIEW )

India Tuntaskan Pengadaan Ratusan Drone Kamikaze Lokal Hanya dalam 2 Bulan ( dok.inside FPV/AIRSPACE REVIEW )

Jemarionline.com, India menunjukkan kemampuan luar biasa dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan berhasil menyelesaikan pembelian ratusan drone kamikaze buatan dalam negeri hanya dalam waktu sekitar dua bulan.

Program ini dilakukan melalui skema pembelian darurat (emergency procurement) yang memungkinkan proses lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan operasional militer yang mendesak. Dalam waktu sekitar 60 hari sejak kontrak diteken, ratusan drone berhasil diproduksi dan langsung dikirim ke Angkatan Darat India.

Andalkan Industri Dalam Negeri

Drone kamikaze tersebut diproduksi oleh perusahaan teknologi lokal India, menandai semakin kuatnya peran industri pertahanan domestik. Pemerintah India memang tengah mendorong kemandirian militer melalui produksi dalam negeri.

Baca Juga :  Filipina Minta Izin AS untuk Tambah Impor Minyak Rusia

Drone ini dirancang untuk berbagai kondisi ekstrem, mulai dari suhu sangat dingin hingga panas ekstrem, serta mampu beroperasi di wilayah tanpa sinyal GPS.

Selain itu, teknologi yang digunakan juga memungkinkan penggunaan dalam berbagai medan, seperti gurun, pegunungan, hingga wilayah campuran.

Peran Drone Kamikaze di Medan Perang

Drone kamikaze—atau loitering munition—merupakan senjata yang dapat terbang, mencari target, lalu menghantamnya dengan cara menghancurkan diri. Sistem ini semakin populer dalam konflik modern karena:

  • Presisi tinggi dalam menyerang target
  • Biaya relatif lebih murah dibanding rudal
  • Fleksibel untuk pengintaian sekaligus serangan
Baca Juga :  Drone AS Senilai Rp3,5 Triliun Hilang Kontak di Selat Hormuz

Tren penggunaan drone jenis ini meningkat dalam berbagai konflik global, sehingga banyak negara mulai mempercepat pengembangannya.

Dorong Modernisasi Militer India

Keberhasilan pengadaan cepat ini menunjukkan kemampuan India dalam:

  • Mempercepat produksi alutsista
  • Mengurangi ketergantungan impor
  • Meningkatkan kesiapan tempur

Langkah ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang India untuk memperkuat teknologi drone, termasuk pengembangan sistem swarm (drone berkelompok) dan drone pencegat di masa depan.

Berita Terkait

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru

(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:00 WIB