Jemarionline.com, India menunjukkan kemampuan luar biasa dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan berhasil menyelesaikan pembelian ratusan drone kamikaze buatan dalam negeri hanya dalam waktu sekitar dua bulan.
Program ini dilakukan melalui skema pembelian darurat (emergency procurement) yang memungkinkan proses lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan operasional militer yang mendesak. Dalam waktu sekitar 60 hari sejak kontrak diteken, ratusan drone berhasil diproduksi dan langsung dikirim ke Angkatan Darat India.
Andalkan Industri Dalam Negeri
Drone kamikaze tersebut diproduksi oleh perusahaan teknologi lokal India, menandai semakin kuatnya peran industri pertahanan domestik. Pemerintah India memang tengah mendorong kemandirian militer melalui produksi dalam negeri.
Drone ini dirancang untuk berbagai kondisi ekstrem, mulai dari suhu sangat dingin hingga panas ekstrem, serta mampu beroperasi di wilayah tanpa sinyal GPS.
Selain itu, teknologi yang digunakan juga memungkinkan penggunaan dalam berbagai medan, seperti gurun, pegunungan, hingga wilayah campuran.
Peran Drone Kamikaze di Medan Perang
Drone kamikaze—atau loitering munition—merupakan senjata yang dapat terbang, mencari target, lalu menghantamnya dengan cara menghancurkan diri. Sistem ini semakin populer dalam konflik modern karena:
- Presisi tinggi dalam menyerang target
- Biaya relatif lebih murah dibanding rudal
- Fleksibel untuk pengintaian sekaligus serangan
Tren penggunaan drone jenis ini meningkat dalam berbagai konflik global, sehingga banyak negara mulai mempercepat pengembangannya.
Dorong Modernisasi Militer India
Keberhasilan pengadaan cepat ini menunjukkan kemampuan India dalam:
- Mempercepat produksi alutsista
- Mengurangi ketergantungan impor
- Meningkatkan kesiapan tempur
Langkah ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang India untuk memperkuat teknologi drone, termasuk pengembangan sistem swarm (drone berkelompok) dan drone pencegat di masa depan.









