Jemarionline.com, Kegiatan halal bihalal yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Jambi menjadi momentum penting untuk konsolidasi sekaligus membahas tantangan global yang berdampak pada daerah.Acara tersebut hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Dewan Pembina TAG Jambi, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, serta jajaran anggota dari berbagai bidang keahlian. Pertemuan ini juga menjadi rapat perdana TAG Jambi tahun 2026 yang melibatkan akademisi dan praktisi lintas sektor.
Sorotan Krisis Energi Global
Dalam arahannya, Prof. Ermaya menekankan bahwa dinamika geopolitik dunia saat ini berpotensi memicu krisis energi global. Konflik antarnegara dan perebutan sumber daya dinilai dapat berdampak langsung pada Indonesia, termasuk daerah seperti Jambi.
Ia mengingatkan bahwa jika tidak diantisipasi, krisis energi tersebut bisa berkembang menjadi krisis ekonomi yang lebih luas. Dampaknya antara lain kenaikan harga komoditas, inflasi, hingga menurunnya daya beli masyarakat.
Dampak Hingga ke Daerah
Menurutnya, dampak krisis global tidak hanya terasa di tingkat nasional, tetapi juga bisa menekan kondisi ekonomi daerah. Bahkan, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) berpotensi ikut terdampak jika situasi tidak segera diantisipasi dengan strategi yang tepat.
Karena itu, pemerintah daerah diminta untuk memperkuat ketahanan di berbagai sektor, seperti pangan, energi alternatif, dan stabilitas ekonomi lokal.
TAG Jambi Siap Beri Rekomendasi Strategis
Rapat ini juga menjadi awal konsolidasi bagi TAG Jambi dalam merumuskan arah kerja ke depan. Tim ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi kebijakan berbasis kajian akademik serta kondisi nyata di lapangan.Koordinator Sekretariat TAG Jambi, Dr. Fahmi Rasid, menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Perkuat Silaturahmi dan Sinergi
Selain rapat, kegiatan juga diisi dengan ceramah dan makan bersama sebagai bagian dari mempererat hubungan antaranggota dan pemangku kepentingan.Momentum halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergi dalam merumuskan kebijakan strategis bagi pembangunan daerah ke depan.









