Terjadi Lagi Anomali di Lelang KPK, Barang Laku Tinggi tapi Tidak Ditebus Pemenang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Paket berisi dua HP yang laku Rp 59,7 juta. (Dok. KPK)

Paket berisi dua HP yang laku Rp 59,7 juta. (Dok. KPK)

Jemarionline – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mencatat fenomena aneh dalam lelang barang rampasan korupsi. Beberapa barang terjual dengan harga tinggi, tapi pemenang lelang tidak melunasi pembayaran, sehingga barang tidak ditebus.

Lelang digelar secara daring pada 11 Maret 2026, menawarkan puluhan barang hasil sitaan. Barang yang dilelang meliputi:

  • Rumah dan apartemen
  • Kendaraan bermotor
  • Tas mewah dan elektronik
Baca Juga :  KPK Dalami Sumber Uang Kadis untuk ‘Jatah THR’ Bupati Cilacap Syamsul

Dari lelang tersebut, 15 lot berhasil terjual, dengan total hasil sekitar Rp 10,9 miliar yang masuk ke kas negara.

Contoh Anomali Menarik

  • Dua unit handphone dilelang dengan harga Rp 59,7 juta, padahal harga awal hanya Rp 75 ribu.
  • Pemenang lelang tidak melunasi pembayaran. Barang dikembalikan untuk dilelang lagi.
  • Uang jaminan peserta lelang hangus dan masuk ke kas negara.
Baca Juga :  Polda Metro Panggil Pandji Pragiwaksono Terkait Materi Stand Up ‘Mens Rea’

Menurut Direktur Pelacakan Aset KPK, Mungki Hadipratikto, fenomena ini pernah terjadi sebelumnya, misalnya pada lelang batik sutra yang harga akhirnya melampaui limit awal.

KPK menegaskan, meski ada dinamika seperti ini, lelang tetap menjadi instrumen penting untuk memulihkan aset negara dari tindak pidana korupsi. Namun, perilaku peserta lelang yang tidak melunasi menjadi tantangan bagi efektivitas pemulihan aset.

Berita Terkait

Sidang Korupsi Haji: Stafsus Menag Ungkap Aliran Uang Anggota DPR
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperbup Kependudukan Merangin 2025-2045
Pemkot Jambi Usul Kenaikan APBD 2026
Dirut PT MMS Ditahan, Bareskrim Usut Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit
LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan Bandung, Taufik Hidayat Diburu Polisi
Ibu di Denpasar Dipolisikan Suami Usai Persalinan Darurat, Kuasa Hukum Desak SP3
Dosen Bandung Gugat PLN Rp2.000 Usai Pemadaman Listrik Berulang
Sekda Lampung Tengah Jadi Tersangka Korupsi Honorer Fiktif di Metro, 383 Pegawai Diduga Fiktif
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:42 WIB

Sidang Korupsi Haji: Stafsus Menag Ungkap Aliran Uang Anggota DPR

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperbup Kependudukan Merangin 2025-2045

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemkot Jambi Usul Kenaikan APBD 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:36 WIB

Dirut PT MMS Ditahan, Bareskrim Usut Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:32 WIB

LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan Bandung, Taufik Hidayat Diburu Polisi

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB