jemarionline.com – Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) mengungkapkan kekhawatiran atas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Peristiwa ini dinilai berpotensi mencoreng citra Indonesia, khususnya jika penanganannya tidak dilakukan secara serius dan transparan.
Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, menyampaikan bahwa kasus tersebut telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk komunitas internasional. Oleh karena itu, proses hukum yang berjalan harus mampu menunjukkan profesionalitas aparat dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.
Menurutnya, penanganan kasus ini menjadi tolok ukur komitmen Indonesia dalam melindungi para pembela hak asasi manusia. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir memastikan korban mendapatkan keadilan, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Kemenham juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga penegak hukum, seperti kepolisian dan TNI, agar proses pengusutan berjalan efektif dan menyeluruh. Dukungan dari lembaga legislatif pun dinilai diperlukan untuk mengawal jalannya penyelidikan hingga tuntas.
Di sisi lain, pemerintah memastikan korban akan memperoleh perlindungan serta penanganan medis secara maksimal. Biaya pengobatan Andrie Yunus disebut akan ditanggung negara melalui kerja sama dengan instansi terkait.
Kemenham berharap penanganan yang cepat dan akuntabel dapat menjaga kepercayaan publik serta memperkuat posisi Indonesia di mata dunia dalam hal penegakan hukum dan perlindungan HAM.









