Petinggi PLN Jambi Vincentius Fanny Ditangkap Kejati Bengkulu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petinggi PLN Jambi Vincentius Fanny Ditangkap Kejati Bengkulu ( DOK. firmansyah/kompas.com )

Petinggi PLN Jambi Vincentius Fanny Ditangkap Kejati Bengkulu ( DOK. firmansyah/kompas.com )

JAMBI – Nama Vincentius Fanny Janu Fidianto menjadi sorotan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Musi.

Vincentius diketahui menjabat sebagai Manajer PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jambi. Ia diduga terlibat dalam proyek penggantian sistem kontrol utama dan sistem Automatic Voltage Regulator (AVR) pada PLTA Musi di Bengkulu yang berlangsung pada periode 2022–2023.

Ditetapkan Tersangka Bersama Staf Engineering

Penyidik Kejaksaan Tinggi Bengkulu menetapkan Vincentius sebagai tersangka bersama seorang staf engineering pembangkitan, Jamot Jingles Sitanggang. Keduanya langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  KPK Panggil Dito Ariotedjo Sebagai Saksi Kasus Kuota Haji

Saat proyek tersebut berjalan, Vincentius diketahui masih menjabat sebagai Manager Sub Bidang Engineering di Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIK SBS) sebelum kemudian bertugas di UBP Jambi.

Dugaan Rekayasa Harga Proyek

Dalam penyelidikan, jaksa menemukan dugaan manipulasi referensi harga dalam proses pengadaan peralatan pembangkit.

Para tersangka diduga menggunakan referensi harga dari salah satu perusahaan sebesar sekitar Rp32,63 miliar sebagai dasar penyusunan nilai kontrak proyek. Namun proses penentuan harga tersebut dilakukan tanpa verifikasi resmi, seperti klarifikasi langsung atau pengecekan ke penyedia barang.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Perkuat Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

Nilai tersebut kemudian digunakan sebagai dasar Harga Perkiraan Engineering (HPE) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) hingga akhirnya disepakati sebagai nilai kontrak proyek sekitar Rp32,07 miliar.

Diduga Terjadi Markup Harga

Penyidik menemukan bahwa harga peralatan yang sebenarnya hanya sekitar Rp17,23 miliar. Selisih yang cukup besar itu diduga merupakan hasil penggelembungan harga (markup) dalam proses pengadaan proyek.

Kasus dugaan korupsi ini masih terus dikembangkan oleh Kejati Bengkulu untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Berita Terkait

Pejabat Muaro Jambi Dirotasi, Dua Sekretaris OPD Dilantik
Pasar Tanjung Bajure Mulai Tertata, Penertiban Bawa Harapan Baru
Kopi Lereng Gunung Kerinci Jambi Kini Tembus Pasar Malaysia
Kemenag Sungai Penuh Lakukan Sidak ASN Usai Libur Lebaran
Kemenhub Kucurkan Rp15 Miliar untuk Bandara Depati Parbo
Layanan Bank Jambi Mulai Pulih, Stok Kartu ATM Dipastikan Aman
Pemkot Jambi Resmikan Wisata Kuliner Kota Tua
Pasca Lebaran 2026, Tarif Travel Kerinci-Sungai Penuh ke Berbagai Jurusan Resmi Naik
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:00 WIB

Pejabat Muaro Jambi Dirotasi, Dua Sekretaris OPD Dilantik

Jumat, 3 April 2026 - 21:00 WIB

Pasar Tanjung Bajure Mulai Tertata, Penertiban Bawa Harapan Baru

Jumat, 3 April 2026 - 17:11 WIB

Kopi Lereng Gunung Kerinci Jambi Kini Tembus Pasar Malaysia

Jumat, 3 April 2026 - 16:40 WIB

Kemenag Sungai Penuh Lakukan Sidak ASN Usai Libur Lebaran

Jumat, 3 April 2026 - 16:00 WIB

Kemenhub Kucurkan Rp15 Miliar untuk Bandara Depati Parbo

Berita Terbaru

7 Ciri Orang dengan IQ Rendah yang Perlu Diketahui

psikologi

7 Ciri Orang dengan IQ Rendah yang Perlu Diketahui

Sabtu, 4 Apr 2026 - 15:00 WIB

Wali Kota New York Cabut Larangan TikTok, Terapkan Aturan Baru  (Foto: Amir Hamja/Pool via REUTERS / CNN Indonesia )

Uncategorized

Wali Kota New York Cabut Larangan TikTok, Terapkan Aturan Baru

Sabtu, 4 Apr 2026 - 14:00 WIB

Pendapatan Gudang Garam Turun, Laba Bersih Justru Naik

Bisnis

Pendapatan Gudang Garam Turun, Laba Bersih Justru Naik

Sabtu, 4 Apr 2026 - 12:00 WIB

Rekor Baru Penumpang Kereta Cepat Whoosh Saat Lebaran 2026 ( dok.KCIC/KOMPAS.com )

Nasional

Rekor Baru Penumpang Kereta Cepat Whoosh Saat Lebaran 2026

Sabtu, 4 Apr 2026 - 11:00 WIB