Serapan APBD Tebo Baru 25 Persen, PAD Justru Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Poto : chatGPT

Poto : chatGPT

Tebo, jemarionline.com – Pemerintah Kabupaten Tebo mencatat serapan APBD 2026 baru mencapai 25,64 persen hingga pertengahan Mei, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru naik hingga 46,54 persen.

Serapan APBD Tebo 2026 masih berjalan lambat pada awal tahun. Data hingga 18 Mei 2026 menunjukkan belanja daerah baru terserap 25,64 persen dari total anggaran lebih dari Rp1,1 triliun.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tebo, Hendry Nora, menyampaikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah mulai menjalankan program, termasuk Dana Desa, Alokasi Dana Desa, dan kegiatan dari APBD.

“Realisasi kegiatan sampai 18 Mei 2026 mencapai 25,64 persen dari total APBD Kabupaten Tebo,” kata Hendry.

Baca Juga :  Pasar Tanjung Bajure Mulai Tertata, Penertiban Bawa Harapan Baru

Administrasi Jadi Penghambat

Hendry menjelaskan sejumlah program belum bisa berjalan cepat karena OPD masih menyelesaikan syarat administrasi. Program yang bersumber dari dana transfer pusat juga harus melewati proses verifikasi sebelum pencairan.

Ia menambahkan, kondisi ini membuat sejumlah kegiatan belum bisa langsung berjalan di lapangan.

“Kami masih menyelesaikan syarat salur di beberapa program, terutama dari dana pusat,” ujarnya.

PAD Tebo Tumbuh Positif

Berbeda dengan belanja daerah, PAD Kabupaten Tebo menunjukkan tren naik. Hingga pertengahan Mei 2026, PAD sudah mencapai 46,54 persen dari target sekitar Rp122,24 miliar.

Kabupaten Tebo mencatat kontribusi terbesar PAD berasal dari pajak daerah dan retribusi yang terus meningkat.

Baca Juga :  Prof.Ermaya Ingatkan Ancaman Krisis Energi hingga Ekonomi

Pajak daerah mencapai 39,57 persen dari target Rp44,92 miliar. Sementara retribusi daerah naik hingga 45,08 persen dari target Rp44,31 miliar.

“Pajak dan retribusi masih menjadi sumber utama PAD dan menunjukkan tren yang stabil,” kata Hendry.

Pemkab Dorong Percepatan

Pemerintah Kabupaten Tebo terus mendorong OPD mempercepat pelaksanaan program agar serapan anggaran meningkat pada triwulan berikutnya.

Pemkab juga melakukan evaluasi rutin untuk memastikan semua program berjalan sesuai rencana.

Meski serapan APBD Tebo masih rendah di awal tahun, peningkatan PAD memberi sinyal positif bagi kondisi keuangan daerah pada 2026.(ar)

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS
APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM
Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN
BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini
Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Mengeluh
Disdik Kerinci Dorong Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah
BKPSDM Sungai Penuh Perketat Pengawasan, ASN Wajib Tertib Absensi
Disperindag Sungai Penuh Perketat Pengawasan Harga LPG 3 Kg
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:00 WIB

APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:00 WIB

Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:45 WIB

Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Mengeluh

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB