Eks Penyidik KPK Sebut Sejumlah Kepala Daerah Tinggal Menunggu Waktu Terjerat Kasus Korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Penyidik KPK Sebut Sejumlah Kepala Daerah Tinggal Menunggu Waktu Terjerat Kasus Korupsi

Eks Penyidik KPK Sebut Sejumlah Kepala Daerah Tinggal Menunggu Waktu Terjerat Kasus Korupsi

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo, menilai masih banyak kepala daerah di Indonesia yang berpotensi terseret kasus korupsi. Ia bahkan menyebut beberapa di antaranya hanya tinggal menunggu waktu hingga akhirnya terjerat proses hukum.

Menurut Yudi, fenomena tersebut terlihat dari masih seringnya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap pejabat daerah. Hal ini menunjukkan bahwa praktik korupsi di tingkat pemerintah daerah belum sepenuhnya berhenti.

Ia menjelaskan bahwa kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah umumnya berkaitan dengan proyek pembangunan atau pengelolaan anggaran daerah. Pola tersebut kerap berulang karena adanya peluang penyalahgunaan kewenangan.

Baca Juga :  Ahmad Sahroni Buat Laporan Polisi, Ada Apa?

Biaya Politik Jadi Salah Satu Pemicu

Yudi juga menyoroti tingginya biaya politik dalam pemilihan kepala daerah. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong oknum pejabat melakukan korupsi setelah menjabat.

Menurutnya, sebagian kepala daerah berusaha mengembalikan modal politik yang telah dikeluarkan saat mengikuti kontestasi pemilihan. Situasi ini kemudian membuka peluang terjadinya praktik suap maupun pengaturan proyek.

Karena itu, ia menilai perlu adanya perbaikan dalam sistem politik serta proses pencalonan kepala daerah agar menghasilkan pemimpin yang memiliki integritas tinggi.

Baca Juga :  Polemik Revisi UU KPK: DPR dan Jokowi Saling Lempar Tanggung Jawab

Pencegahan Korupsi Harus Diperkuat

Selain penindakan melalui OTT, Yudi menegaskan bahwa langkah pencegahan juga harus diperkuat. Pemerintah daerah perlu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran serta memperbaiki sistem pengawasan.

Di sisi lain, partai politik juga diharapkan lebih selektif dalam mengusung calon kepala daerah. Dengan demikian, diharapkan pemimpin yang terpilih memiliki komitmen kuat untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Berita Terkait

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Peluk dan Cium Orang Tua serta Istri di Ruang Sidang
Jaksa Menyapa Kejati NTT Bahas Peran Badan Pemulihan Aset dalam Pengembalian Aset Negara
Hakim Tipikor Bengkulu Vonis Kasus Korupsi Tambang Batu Bara
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang ke Pegawai Bea Cukai dalam Kasus Importasi PT Blueray
Beli Lexus Tunai Rp1,3 Miliar Tapi Ditagih Leasing, Ini Duduk Perkaranya
KPK Panggil 55 Saksi Outsourcing dalam Kasus Fadia Arafiq
Jaksa Agung Minta Aparat Tidak Mudah Pidanakan Kepala Desa
Kejagung Menahan Ketua Ombudsman RI, Publik Soroti Kasus Ini
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:00 WIB

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Peluk dan Cium Orang Tua serta Istri di Ruang Sidang

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:00 WIB

Jaksa Menyapa Kejati NTT Bahas Peran Badan Pemulihan Aset dalam Pengembalian Aset Negara

Senin, 11 Mei 2026 - 23:00 WIB

Hakim Tipikor Bengkulu Vonis Kasus Korupsi Tambang Batu Bara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:22 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang ke Pegawai Bea Cukai dalam Kasus Importasi PT Blueray

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

Beli Lexus Tunai Rp1,3 Miliar Tapi Ditagih Leasing, Ini Duduk Perkaranya

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB