Jemarionline,Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan organisasi Islam dan pengasuh pondok pesantren di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan isu internasional, khususnya terkait konflik Gaza dan inisiatif perdamaian global.
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa salah satu agenda penting adalah pembahasan kemungkinan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza. Forum tersebut merupakan inisiatif yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut Amirsyah, setiap langkah Indonesia dalam mendorong perdamaian internasional harus dilakukan secara utuh dan berlandaskan konstitusi. Ia menekankan bahwa perdamaian tidak boleh bersifat simbolik, melainkan harus memiliki dampak nyata bagi penyelesaian konflik.
“Jika berbicara tentang perdamaian, maka harus dilaksanakan secara konkret dan tidak setengah-setengah. Prinsipnya tetap mengacu pada amanat Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara Presiden dengan para ulama. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo disebut akan menyampaikan berbagai informasi aktual terkait kebijakan dan sikap pemerintah dalam menghadapi isu-isu global yang berkembang.
Selain tokoh agama, pertemuan di Istana juga dihadiri pengusaha Jusuf Hamka atau Babah Alun yang mengaku datang atas undangan Presiden. Menteri Luar Negeri Sugiono turut hadir dan membenarkan bahwa pembahasan mengenai Dewan Perdamaian Gaza menjadi salah satu topik yang akan dijelaskan langsung oleh Presiden Prabowo kepada para tokoh Islam.









