Jemarionline – Ahli kesehatan mengingatkan bahwa kurangnya paparan sinar matahari dapat menyebabkan kekurangan vitamin D, kondisi yang kini semakin banyak dialami masyarakat perkotaan. Gaya hidup lebih sering berada di dalam ruangan menjadi salah satu penyebab utama masalah ini.
Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko tulang rapuh, mudah lelah, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Maya Putri, menjelaskan banyak orang tidak menyadari tubuhnya kekurangan vitamin D.
“Sebagian besar pasien merasa baik-baik saja, padahal kadar vitamin D mereka rendah setelah diperiksa,” katanya.
Ia menambahkan, kelompok yang paling berisiko adalah pekerja kantoran, lansia, serta orang yang jarang beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, penggunaan tabir surya berlebihan tanpa diimbangi paparan matahari yang cukup juga dapat memengaruhi produksi vitamin D alami dalam tubuh.
Ahli menyarankan masyarakat untuk mendapatkan paparan sinar matahari pagi selama 10–15 menit, setidaknya tiga kali seminggu. Selain itu, asupan vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, telur, dan susu fortifikasi.
Jika diperlukan, pemeriksaan kadar vitamin D dapat dilakukan untuk memastikan kebutuhan tubuh terpenuhi dan mencegah gangguan kesehatan jangka panjang.









