Harga Cabai Merah di Pasar Tradisional Mulai Turun, Pedagang Sebut Pasokan Kembali Normal

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang melayani pembeli di pasar tradisional. Harga beras dan cabai menjadi perhatian masyarakat seiring perubahan kondisi ekonomi dan pasokan.

Pedagang melayani pembeli di pasar tradisional. Harga beras dan cabai menjadi perhatian masyarakat seiring perubahan kondisi ekonomi dan pasokan.

Jemarionline – Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional dilaporkan mulai mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi setelah pasokan dari daerah sentra produksi kembali lancar usai sempat terganggu oleh cuaca buruk.

Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa harga cabai merah kini berada di kisaran yang lebih stabil dibandingkan awal Januari. Penurunan harga tersebut disambut positif oleh pembeli karena sebelumnya harga sempat melonjak cukup tinggi.

Baca Juga :  Pemerintah Tegaskan Tidak Toleransi Manipulasi Saham Gorengan

“Pasokan sudah mulai banyak. Barang datang rutin, jadi harga ikut turun,” ujar seorang pedagang di pasar tradisional, Jumat (24/1/2026).

Selain faktor pasokan, permintaan yang cenderung stabil juga memengaruhi pergerakan harga. Pedagang menyatakan bahwa minat beli masyarakat tetap ada, namun tidak mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga :  Gen Z Andalkan Side Hustle untuk Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi

Dinas terkait terus memantau distribusi bahan pangan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Pemerintah daerah juga mengimbau pelaku usaha dan distributor agar tidak melakukan penimbunan yang dapat memicu gejolak harga.

Masyarakat diharapkan tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Stabilnya pasokan dinilai menjadi kunci utama menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK
Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK

Berita Terbaru