Jemarionline – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat di sejumlah daerah dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan ini terjadi seiring dengan curah hujan yang tinggi dan kondisi udara yang lembap.
Tenaga kesehatan menjelaskan bahwa perubahan suhu membuat tubuh lebih rentan terserang virus dan bakteri. ISPA paling sering menyerang anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.
Gejala ISPA umumnya meliputi batuk, pilek, demam ringan, dan sakit tenggorokan. Pada sebagian kasus, keluhan dapat berkembang jika tidak ditangani dengan baik sejak awal.
“Cuaca yang tidak menentu memengaruhi daya tahan tubuh. Istirahat cukup dan asupan gizi seimbang sangat penting untuk mencegah infeksi,” ujar petugas kesehatan, Jumat (24/1/2026).
Selain faktor cuaca, paparan asap rokok dan polusi udara di ruang tertutup turut meningkatkan risiko ISPA. Sirkulasi udara yang buruk dapat mempercepat penyebaran kuman, terutama di kawasan padat penduduk.
Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah sederhana seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menjaga kebersihan rumah dapat mengurangi risiko penularan.
Jika keluhan pernapasan berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai demam tinggi, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.









