Mengapa Jumat Jadi Hari Paling Istimewa dalam Islam?

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Jumat Jadi Hari Paling Istimewa dalam Islam? (Poto : BAZNAS)

Mengapa Jumat Jadi Hari Paling Istimewa dalam Islam? (Poto : BAZNAS)

Jemarionline – Hari Jumat memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Keutamaannya tidak hanya dikenal melalui kebiasaan ibadah kaum Muslimin, tetapi juga ditegaskan oleh dalil-dalil yang kuat dari Al-Qur’an, hadits Nabi ﷺ, serta penjelasan para ulama. Karena keistimewaan inilah, hari Jumat sering disebut oleh para ulama dengan istilah Ra’sul Yaum, yang berarti kepala hari atau pemimpin hari.

Makna Istilah Ra’sul Yaum

Secara bahasa, istilah Ra’sul Yaum tersusun dari dua kata Arab. Kata ra’s (رأس) bermakna kepala, pemimpin, atau sesuatu yang paling utama dan paling mulia. Sementara kata yaum (يوم) berarti hari. Dengan demikian, Ra’sul Yaum secara makna adalah hari yang paling utama, paling mulia, dan menjadi pemimpin bagi hari-hari lainnya.

Istilah ini bukanlah penamaan resmi yang secara literal disebutkan dalam Al-Qur’an atau hadits, melainkan ungkapan ilmiah para ulama untuk menggambarkan kedudukan hari Jumat yang berada di puncak kemuliaan dibandingkan hari-hari yang lain.

Dalil Hadits: Jumat sebagai Penghulu Hari

Keutamaan hari Jumat ditegaskan secara jelas dalam hadits shahih Rasulullah ﷺ:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat.”
(HR. Muslim no. 854)

Hadits ini menegaskan bahwa hari Jumat adalah hari terbaik secara mutlak di antara seluruh hari. Jika Jumat adalah hari terbaik, maka secara makna dan kedudukan, ia layak disebut sebagai kepala dan pemimpin hari-hari lainnya, atau Ra’sul Yaum.

Peristiwa-Peristiwa Besar yang Terjadi pada Hari Jumat

Keistimewaan hari Jumat semakin kuat karena pada hari inilah terjadi peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah manusia. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pada hari Jumat Adam diciptakan, pada hari Jumat ia dimasukkan ke surga, pada hari Jumat ia dikeluarkan dari surga, dan tidak akan terjadi kiamat kecuali pada hari Jumat.”
(HR. Muslim no. 854)

Hadits ini menunjukkan bahwa hari Jumat menghimpun awal perjalanan manusia, yaitu penciptaan Nabi Adam ‘alaihis salam, hingga akhir kehidupan dunia, yaitu terjadinya hari kiamat. Tidak ada hari lain yang memuat rangkaian peristiwa sebesar ini. Inilah salah satu alasan terkuat mengapa hari Jumat disebut Ra’sul Yaum.

Dalil Al-Qur’an: Jumat sebagai Hari Ibadah Khusus

Kemuliaan hari Jumat juga ditegaskan langsung oleh Al-Qur’an. Allah ﷻ secara khusus menyebut hari Jumat dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah menuju dzikir kepada Allah.”
(QS. Al-Jumu‘ah: 9)

Hari Jumat menjadi satu-satunya hari yang:

  1. Disebut secara langsung nama harinya dalam Al-Qur’an

  2. Memiliki ibadah wajib khusus, yaitu shalat Jumat

Baca Juga :  3 Investasi Nabi Muhammad SAW yang Bisa Jadi Contoh bagi Kita

Keistimewaan ini tidak diberikan kepada hari-hari lain, sehingga semakin menegaskan kedudukan Jumat sebagai pemimpin hari.

Baca Juga :  Pemerintah Mengakhiri Hak Usaha 28 Perusahaan di Area Hutan

Jumat sebagai Hari Raya Mingguan Umat Islam

Rasulullah ﷺ juga menetapkan hari Jumat sebagai hari raya bagi umat Islam. Beliau bersabda:

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ

“Sesungguhnya hari ini (Jumat) adalah hari raya.”
(HR. Ibnu Majah, shahih)

Berbeda dengan hari raya tahunan seperti Idul Fitri dan Idul Adha, Jumat adalah hari raya mingguan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memuliakannya dengan mandi sebelum shalat Jumat, mengenakan pakaian terbaik, memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ, serta memperbanyak doa, karena di dalamnya terdapat waktu mustajab doa.

Penjelasan Para Ulama

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan keutamaan hari Jumat dengan pernyataan yang sangat tegas:

“Hari Jumat adalah pemimpin hari-hari, sebagaimana Ramadhan adalah pemimpin bulan-bulan dan Lailatul Qadar adalah pemimpin malam-malam.”
(Zaadul Ma‘ad, 1/369)

Penjelasan ini menunjukkan bahwa penyebutan Jumat sebagai Ra’sul Yaum memiliki landasan ilmiah dari para ulama besar, bukan sekadar istilah populer tanpa dasar.

Kesimpulan

Hari Jumat disebut Ra’sul Yaum karena ia adalah hari paling utama dalam Islam. Keutamaannya ditegaskan oleh hadits shahih, Al-Qur’an, peristiwa besar yang terjadi di dalamnya, penetapannya sebagai hari raya mingguan, serta penjelasan para ulama. Dengan memahami kedudukan ini, seorang Muslim diharapkan dapat memuliakan hari Jumat dengan memperbanyak ibadah dan ketaatan kepada Allah ﷻ.

Berita Terkait

Masjid Indonesia di Jepang Jadi Pusat Dakwah Baru
Panduan Sholat Tahajjud, Ibadah Malam yang Penuh Keutamaan
Tata Cara Sholat Taubat Lengkap Beserta Doanya
Salat di Dekat Kuburan, Bolehkah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Cara Nabi Muhammad Merayakan Lebaran: Sederhana Tanpa THR dan Baju Baru
Bukan Sekadar Penyangga, Tiang di Masjidil Haram Punya Peran Penting bagi Jemaah
Masjidil Haram Padat di Akhir Ramadan, Jemaah Diminta Hafalkan Nama Pintu
Lebaran 2026 Hari Apa? Ini Prediksi Pemerintah dan Muhammadiyah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 19:00 WIB

Masjid Indonesia di Jepang Jadi Pusat Dakwah Baru

Jumat, 3 April 2026 - 06:00 WIB

Panduan Sholat Tahajjud, Ibadah Malam yang Penuh Keutamaan

Kamis, 2 April 2026 - 12:00 WIB

Tata Cara Sholat Taubat Lengkap Beserta Doanya

Rabu, 1 April 2026 - 07:00 WIB

Salat di Dekat Kuburan, Bolehkah? Ini Penjelasan Muhammadiyah

Senin, 23 Maret 2026 - 06:59 WIB

Cara Nabi Muhammad Merayakan Lebaran: Sederhana Tanpa THR dan Baju Baru

Berita Terbaru

AMSI Ungkap Ancaman Baru: AI Crawler Tekan Industri Media (AI)

Teknologi

AMSI Ungkap Ancaman Baru: AI Crawler Tekan Industri Media

Senin, 13 Apr 2026 - 15:00 WIB