Harga Cabai di Awal 2026 Melonjak, Warga Mulai Kurangi Konsumsi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang menata cabai merah dan cabai rawit di pasar tradisional. Harga cabai mengalami kenaikan signifikan akibat pasokan berkurang dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah.
(Credit Foto: Antara)

Pedagang menata cabai merah dan cabai rawit di pasar tradisional. Harga cabai mengalami kenaikan signifikan akibat pasokan berkurang dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah. (Credit Foto: Antara)

Jemarionline – Harga cabai di sejumlah daerah di Indonesia mengalami kenaikan signifikan pada Kamis (22/1/2026). Lonjakan harga ini terjadi sejak awal Januari 2026 dan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner skala kecil.

Di beberapa pasar tradisional, harga cabai merah besar dilaporkan menyentuh angka Rp90.000 hingga Rp110.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah bahkan tembus Rp120.000 per kilogram, naik hampir dua kali lipat dibandingkan harga normal.

Baca Juga :  BPNT Tahap 2 Mei 2026 Mulai Cair, Berikut Jadwal, Nominal Bantuan, dan Cara Pencairannya

Pedagang menyebutkan, kenaikan harga cabai dipicu oleh menurunnya pasokan dari sentra produksi akibat cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi menyebabkan banyak tanaman cabai rusak dan gagal panen.

“Pasokan dari petani berkurang drastis. Banyak cabai yang busuk sebelum dipanen karena hujan terus,” ujar Rudi, pedagang sayur di Pasar Tradisional Sungai Penuh.

Kondisi ini membuat sebagian warga mulai mengurangi konsumsi cabai atau beralih ke bahan alternatif. Beberapa pedagang makanan juga terpaksa menaikkan harga jual atau mengurangi porsi sambal untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga :  Awas! Gaji Ke-13 ASN 2026 Bisa Hangus Jika Penuhi 2 Kondisi Ini

Pemerintah daerah melalui dinas terkait menyatakan tengah melakukan pemantauan harga dan distribusi cabai. Langkah antisipasi seperti operasi pasar dan koordinasi dengan distributor antar daerah sedang dipersiapkan untuk menstabilkan harga.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Pemerintah juga berharap cuaca membaik dalam beberapa pekan ke depan agar pasokan cabai kembali normal.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK
Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK

Berita Terbaru