Jemarionline – Isu hubungan transatlantik menjadi sorotan utama dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Presiden AS menyampaikan kritik tajam kepada negara-negara Eropa dan kebijakan ekonomi mereka, menimbulkan respons diplomatik yang luas dari Uni Eropa dan sekutu NATO.
Dalam pidatonya, Presiden AS menyatakan pandangan bahwa beberapa bagian Eropa “tidak berada di arah yang benar.” Pernyataan ini disampaikan di hadapan para pemimpin dunia dan delegasi internasional.
Respons cepat datang dari Parlemen Eropa, yang kemudian memutuskan untuk menunda persetujuan kesepakatan perdagangan penting dengan Amerika Serikat. Langkah ini dipandang sebagai sinyal ketidaksetujuan atas ancaman tarif dan retorika proteksionis yang muncul dalam diskusi ekonomi global.
Polemik ini turut memperkuat fokus WEF 2026 pada kerjasama multilateral dan stabilitas ekonomi global. Banyak delegasi menekankan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim dan keamanan ekonomi memerlukan respons kolektif, bukan konfrontasi.
Perdebatan terkait kebijakan perdagangan dan hubungan transatlantik ini berpotensi mempengaruhi arah diplomasi ekonomi global sepanjang tahun 2026, terutama dalam konteks pemulihan pasca-pandemi dan perubahan arah geopolitik besar.









