Fenomena “Ring of Fire” Gerhana Matahari Jadi Trending Global, Ini Jadwal dan Penjelasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena “Ring of Fire” Gerhana Matahari Jadi Trending Global, Ini Jadwal dan Penjelasannya

Fenomena “Ring of Fire” Gerhana Matahari Jadi Trending Global, Ini Jadwal dan Penjelasannya

Fenomena Langka Tarik Perhatian Dunia

Fenomena gerhana Matahari cincin atau dikenal dengan istilah Ring of Fire menjadi topik trending global menjelang peristiwa astronomi yang terjadi pada 17 Februari 2026. Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat dunia karena menghadirkan pemandangan langit yang spektakuler berupa cincin cahaya terang di sekitar Matahari.

Gerhana Matahari cincin terjadi ketika posisi Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, namun jaraknya relatif lebih jauh dari Bumi. Akibatnya, ukuran tampak Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari sehingga menyisakan lingkaran cahaya terang menyerupai cincin api.

Fenomena ini termasuk peristiwa astronomi yang tidak terjadi setiap tahun di lokasi yang sama, sehingga banyak pengamat langit dan masyarakat umum menantikan momen tersebut.

Mengapa Disebut “Ring of Fire”?

Istilah Ring of Fire muncul karena efek visual yang dihasilkan sangat unik. Saat fase puncak gerhana terjadi, bagian tengah Matahari tampak gelap tertutup Bulan, sementara tepinya tetap bersinar membentuk lingkaran cahaya terang seperti cincin api.

Baca Juga :  Intip Isi Rumah Termahal di Dunia Rp5,28 Triliun Milik Pangeran Saudi

Berbeda dengan gerhana Matahari total yang membuat langit menjadi gelap sepenuhnya, pada gerhana cincin cahaya Matahari tetap terlihat sehingga suasana siang hari tidak berubah menjadi malam.

Jadwal dan Wilayah Pengamatan

Berdasarkan prediksi astronomi, jalur utama gerhana akan melintasi beberapa wilayah di dunia. Tidak semua negara dapat melihat fase cincin secara penuh, namun sebagian wilayah tetap bisa menyaksikan gerhana parsial.

Masyarakat di berbagai negara kini ramai mencari informasi mengenai:

  • waktu puncak gerhana,

  • lokasi terbaik pengamatan,

  • serta cara aman melihat gerhana.

Di Indonesia sendiri, fenomena ini kemungkinan hanya terlihat sebagai gerhana sebagian, tergantung wilayah dan kondisi cuaca.

Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari

Para ahli astronomi mengingatkan masyarakat agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan karena dapat merusak mata secara permanen.

Beberapa cara aman yang disarankan antara lain:

  • menggunakan kacamata khusus gerhana bersertifikat,

  • memakai filter teleskop khusus Matahari,

  • atau metode proyeksi bayangan menggunakan lubang kecil (pinhole projector).

Baca Juga :  Langit Lampung Mendadak Bercahaya, Warga Heboh—Ternyata Ini Penyebabnya

Penggunaan kacamata hitam biasa tidak cukup aman untuk melindungi mata dari radiasi Matahari.

Viral di Media Sosial

Menjelang hari pelaksanaan, kata kunci “Ring of Fire 2026” menjadi trending di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet membagikan simulasi jalur gerhana, foto fenomena serupa dari tahun sebelumnya, hingga tips fotografi langit.

Fenomena astronomi seperti ini memang sering memicu antusiasme global karena dapat dinikmati bersama oleh jutaan orang di berbagai belahan dunia pada waktu yang hampir bersamaan.

Kesimpulan

Gerhana Matahari cincin 17 Februari 2026 menjadi salah satu fenomena langit paling dinantikan tahun ini. Selain menawarkan pemandangan langka berupa cincin cahaya Matahari, peristiwa ini juga menjadi momen edukasi astronomi bagi masyarakat luas untuk lebih mengenal pergerakan benda langit.

Berita Terkait

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru

Stadion Teladan Medan diusulkan menjadi salah satu venue pertandingan ASEAN U-19 Championship 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara.( Poto : istimewa)

Sepak Bola

PSSI Sumut Ambil Alih Akomodasi AFF U-19 2026 di Medan

Rabu, 3 Jun 2026 - 06:35 WIB