Pemerintah Patok Target TKDN Kendaraan Listrik 80 Persen Pada 2030

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iluistrasi kendaraan listrik.(poto: kompas.com).

Iluistrasi kendaraan listrik.(poto: kompas.com).

Jakarta, jemarionline.com – Pemerintah terus memacu peningkatan TKDN kendaraan listrik hingga mencapai minimal 80 persen pada 2030 mendatang. Baterai memegang peranan paling penting untuk mengejar target kandungan lokal tersebut.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta menyampaikan hal tersebut saat rapat panja bersama Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Ia menegaskan bahwa sel baterai menjadi pemicu utama yang menentukan lonjakan nilai kandungan lokal tersebut.

Keberadaan pabrik baterai yang sudah berdiri saat ini membuat pemerintah optimistis target kandungan lokal dapat tercapai lebih cepat. Baterai sendiri berkedudukan sebagai salah satu komponen utama yang paling strategis dalam ekosistem manufaktur nasional.

Tahapan Peta Jalan Kandungan Lokal Industri Otomotif

Pemerintah sudah merancang peta jalan peningkatan persentase komponen secara bertahap demi memperkuat industri otomotif dalam negeri. Pada 2026, pemerintah mematok target persentase komponen lokal berada di angka minimal 40 persen.

Baca Juga :  Motor Bebek Honda 2026 untuk Pekerja, Irit BBM dan Tangguh

Target tersebut kemudian berlanjut naik menjadi 60 hingga 80 persen sepanjang periode 2027 sampai 2029. Memasuki 2030, seluruh unit yang beroperasi di Indonesia wajib memenuhi standar komponen lokal minimal 80 persen.

Skema peningkatan persentase tersebut bertujuan untuk membangun rantai pasok industri yang makin kokoh dan melibatkan pelaku usaha lokal. Penguatan ini juga tidak terlepas dari keberlanjutan program hilirisasi mineral utama seperti nikel dan kobalt.

Pemerintah mengarahkan pengembangan industri pada 2024 dan 2025 untuk memproduksi bahan antara seperti nickel sulfate serta cobalt sulfate. Langkah strategis ini menjadi fondasi awal sebelum melangkah ke tahap pembuatan material lanjutan.

Selanjutnya, industri dalam negeri mulai memproduksi material katoda dan anoda secara mandiri sepanjang periode 2026 hingga 2030. Sejumlah pabrik lokal bahkan sudah menyiapkan material katoda dan anoda untuk langsung dirakit menjadi baterai siap pakai.

Baca Juga :  Adu SUV PHEV 7 Penumpang, DFSK E5 Plus atau Wuling Eksion PHEV?

Hilirisasi Mineral Dan Lonjakan Nilai Investasi Nasional

Integrasi rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir memastikan peningkatan kandungan lokal tidak lagi bergantung pada proses perakitan semata. Produksi komponen utama di dalam negeri kini menjadi penopang utama pertumbuhan sektor otomotif ramah lingkungan.

Di sisi lain, perkembangan industri manufaktur otomotif nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Data Kementerian Perindustrian mencatat populasi unit ramah lingkungan telah menembus angka lebih dari 541.000 unit hingga Agustus 2026.

Pertumbuhan populasi unit tersebut berjalan beriringan dengan realisasi nilai investasi yang terus melonjak tinggi. Pemerintah mencatat total investasi sektor ini telah mencapai Rp30,4 triliun dari berbagai lini manufaktur.

Capaian investasi besar tersebut mencakup lini produksi bus, truk, mobil penumpang, hingga kendaraan roda dua dan roda tiga. Industri yang terus berkembang pesat ini juga berhasil menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 10.650 orang.(ar)

Berita Terkait

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini
Skema Kredit DFSK E5 Plus: Cicilan Mulai Rp 7 Jutaan Saja
Rincian Biaya Kepemilikan Motor Listrik dan Panduan Perawatannya
Kalah Sengketa Merek Dagang di Pengadilan, BYD Resmi Ubah Denza Jadi Danza
Update Lengkap Harga Mobil Listrik Indonesia Oktober 2026: Pilihan Model Murah Hingga Mewah
Uji Efisiensi Chery Tiggo 9 CSH: Jakarta ke Semarang Cuma Telan 2 Liter BBM
Penyegaran Honda City Hatchback 2026 Hadirkan Fitur Keselamatan Lengkap
Nora EV Metro Hadir Menyerupai Desain Toyota Alphard
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Skema Kredit DFSK E5 Plus: Cicilan Mulai Rp 7 Jutaan Saja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Rincian Biaya Kepemilikan Motor Listrik dan Panduan Perawatannya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Kalah Sengketa Merek Dagang di Pengadilan, BYD Resmi Ubah Denza Jadi Danza

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Update Lengkap Harga Mobil Listrik Indonesia Oktober 2026: Pilihan Model Murah Hingga Mewah

Berita Terbaru

Desain tipis iPad mini 8 berlayar OLED tergeletak elegan di atas meja kerja kayu dengan stylus terpasang rapi di samping.(ilustrasi poto: AI).

Trending

Apple Rilis iPad Mini 8: Layar OLED dan Chip A20 Pro

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:47 WIB

Logo Apple berbahan logam perak dengan tekstur melingkar yang elegan, terpasang pada dinding beton gelap.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Acara Apple: MacBook Pro Layar Sentuh dan Chip M6

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:41 WIB

Aktivitas pelayanan nasabah di kantor BNI yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp16,1 triliun pada kuartal III 2026.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Laba Bersih BNI Tembus Rp16,1 Triliun pada Kuartal III 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:36 WIB

Ponsel yang sedang diisi daya dengan powerbank di atas meja kerja, dikelilingi kabel charger dan laptop.(poto: AI).

Teknologi

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Okt 2026 - 07:14 WIB

Pusat operasi siber bank memantau peringatan akses tidak sah dari agen AI pihak ketiga ke sistem rekening nasabah.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Senin, 26 Okt 2026 - 07:03 WIB