Bungo, jemarionline.com – Tim gabungan di Kabupaten Bungo bergerak cepat memadamkan insiden kebakaran lahan perkebunan karet yang melanda kawasan RT 03 Kampung Teluk Beringin pada Sabtu sore.
Oleh karena itu, petugas gabungan langsung mendatangkan personel ke lokasi setelah warga menyampaikan laporan darurat terkait kemunculan api. Selain itu, kondisi vegetasi yang relatif kering membuat area kebun sangat rentan terhadap kobaran api. Namun demikian, informasi cepat dari warga setempat membantu petugas mengambil tindakan sigap sebelum api meluas.
Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Titik Api
Kapolsek Muara Bungo AKP Andhi Styawan langsung memerintahkan Bhabinkamtibmas Desa Sarana Jaya Aipda Feri Mardianto menuju lokasi kejadian. Selanjutnya, petugas kepolisian bergegas mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar.
Kemudian, personel gabungan tiba di lokasi perkebunan karet pada pukul 16.30 WIB untuk memulai penanganan. Di samping itu, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Desa Sarana Jaya, tim Manggala Agni, dan warga bahu-membahu memadamkan api.
Alhasil, kerja sama lintas unsur mempercepat proses pemadaman api secara maksimal di lapangan. Oleh sebab itu, petugas berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak merambat ke area perkebunan warga lain.
Sementara itu, lahan yang terbakar diketahui milik Ahmadi, seorang warga setempat yang berusia 46 tahun di Kecamatan Bathin III. Berdasarkan pengecekan awal, hasil pemeriksaan petugas menunjukkan luas lahan terdampak mencapai sekitar 50 x 50 meter.
Dugaan Aktivitas Pembakaran Sampah Pemancing Di Kebun
Di sisi lain, petugas di lapangan mengumpulkan informasi awal mengenai pemicu terjadinya peristiwa kebakaran tersebut. Sebab, seseorang yang belum diketahui identitasnya diduga kuat menjadi penyebab awal timbulnya titik api.
Sebelumnya, orang tersebut sempat singgah di pondok kebun saat hendak pergi memancing ikan. Lalu, terduga pelaku kemudian membakar sampah di sekitar lokasi pondok kayu tersebut.
Akibatnya, api dari pembakaran sampah menyambar rumput kering dan menjalar ke areal tanaman karet. Dengan demikian, kobaran api yang makin membesar akhirnya membakar bagian perkebunan milik warga setempat.
Oleh karena itu, kepolisian mencatat seluruh temuan awal sebagai bahan dokumentasi dan pelaporan pimpinan. Selanjutnya, petugas terus melakukan tindakan lanjutan untuk mengidentifikasi penyebab pasti munculnya titik api.
Polisi Berikan Imbauan Waspada Kebakaran Lahan
Sementara itu, jajaran Polsek Muara Bungo memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut pada Senin, 24 Agustus 2026. Selain itu, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana kebakaran lahan.
Oleh sebab itu, polisi meminta warga tidak membakar sampah atau membuka lahan perkebunan menggunakan api. Sebab, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko kebakaran di musim kering.
Di samping itu, petugas mengapresiasi laporan cepat warga yang sangat membantu penanganan awal di lapangan. Karena itu, informasi yang masuk secara rinci membuat petugas dapat memadamkan api dengan waktu singkat.
Sebagai langkah antisipasi, personel di lapangan terus memantau area bekas kebakaran untuk mencegah kemunculan titik api baru. Pada akhirnya, Polsek Muara Bungo bersama instansi terkait akan mengintensifkan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat.(ar)









