Kerinci, Jemarionline.com – Pengasungan Sko Kenduri Kerinci kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian Kenduri Sko di Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci. Tradisi turun-temurun itu menghidupkan kembali nilai adat sekaligus memperkuat ikatan masyarakat dengan warisan leluhur.
Masyarakat menggelar prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan adat istiadat. Selain itu, prosesi itu juga menjadi simbol rasa syukur sekaligus pengingat agar generasi muda terus menjaga identitas budaya Kerinci.
Tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, pemuda, dan masyarakat mengikuti setiap tahapan prosesi dengan khidmat. Karena itu, Kenduri Sko tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antargenerasi.
Prosesi Adat Satukan Generasi Dalam Semangat Kebersamaan Bersama
Prosesi Pengasungan Sko menjadi salah satu agenda sakral dalam pelaksanaan Kenduri Sko. Melalui prosesi tersebut, masyarakat mengangkat benda pusaka adat sebagai lambang penghormatan terhadap sejarah dan kepemimpinan adat yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Selain menjalankan prosesi adat, masyarakat juga menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Kerinci. Penampilan seni budaya tersebut semakin memperkuat suasana kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Kemudian, para pemangku adat menyampaikan pesan agar seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan di tengah perkembangan zaman. Mereka juga mengajak generasi muda mempelajari sejarah adat agar nilai-nilai budaya tidak hilang.
Di sisi lain, masyarakat menyambut antusias pelaksanaan Kenduri Sko. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa tradisi adat masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat Kerinci.
Kenduri Sko Perkuat Identitas Budaya Masyarakat Lima Desa
Kenduri Sko menjadi agenda budaya yang digelar lima tahun sekali oleh masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Tradisi tersebut melibatkan Desa Tanjung Pauh Mudik, Punai Merindu, Pancuran Tiga, Bukit Pulai, dan Sumur Jauh.
Selain melestarikan adat, masyarakat juga menjadikan Kenduri Sko sebagai sarana memperkuat persaudaraan. Oleh sebab itu, seluruh unsur masyarakat ikut berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan.
Pemerintah daerah turut memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya tersebut. Dukungan itu diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya Kabupaten Kerinci.
Melalui Pengasungan Sko, masyarakat tidak sekadar menjalankan tradisi leluhur. Mereka juga mewariskan nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap adat kepada generasi penerus sehingga identitas budaya Kerinci tetap hidup di tengah perubahan zaman.









