Volkswagen PHK 100 Ribu Buruh dan Tutup 4 Pabrik, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik VW. Foto: AFP via Getty Images/DAVID HECKER

Pabrik VW. Foto: AFP via Getty Images/DAVID HECKER

Jakarta, Jemarionline.comVolkswagen PHK 100 Ribu Buruh menjadi salah satu kabar terbesar di industri otomotif global. Produsen mobil asal Jerman itu berencana memangkas sekitar 100.000 pekerja atau sekitar 15 persen dari total tenaga kerjanya secara bertahap. Selain itu, Volkswagen juga mempertimbangkan penutupan empat pabrik di Jerman sebagai bagian dari program efisiensi perusahaan.

Langkah tersebut muncul setelah Volkswagen mengalami penurunan keuntungan yang cukup tajam. Karena itu, manajemen menyusun strategi efisiensi untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

Laba Volkswagen Turun Tajam

Volkswagen menghadapi tekanan besar setelah laba perusahaan turun sekitar 44 persen.

Baca Juga :  Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Akibatnya, jajaran manajemen mengevaluasi berbagai pos pengeluaran, termasuk biaya operasional dan investasi jangka panjang. Perusahaan menilai langkah efisiensi menjadi pilihan untuk menjaga kinerja bisnis di tengah kondisi pasar yang semakin kompetitif.

Persaingan Mobil Listrik Semakin Ketat

Selain menghadapi penurunan laba, Volkswagen juga bersaing dengan produsen mobil listrik asal China.

Produsen seperti BYD terus meningkatkan penjualan kendaraan listrik dengan harga yang kompetitif. Di sisi lain, Volkswagen juga menghadapi tekanan akibat tarif ekspor ke Amerika Serikat sehingga beban perusahaan semakin besar.

Perusahaan Siapkan Program Efisiensi

CEO Volkswagen Oliver Blume bersama CFO Arno Antlitz menyusun langkah efisiensi untuk mengurangi beban perusahaan.

Baca Juga :  Pengguna Masih Perlu Memahami Cara Kerja Mobil Listrik

Program tersebut mencakup pengurangan investasi sekitar 15 persen dalam lima tahun ke depan, penutupan empat pabrik di Jerman, serta pengurangan jumlah karyawan secara bertahap.

Serikat Pekerja Tolak Rencana PHK

Rencana tersebut mendapat penolakan dari serikat pekerja Volkswagen.

Mereka menilai perusahaan seharusnya mencari solusi lain tanpa memangkas tenaga kerja dalam jumlah besar. Sementara itu, manajemen masih membahas berbagai opsi sebelum mengambil keputusan akhir.

Volkswagen Belum Beri Kepastian

Volkswagen belum memberikan konfirmasi resmi mengenai seluruh rincian rencana tersebut.

Juru bicara perusahaan menyatakan manajemen masih membahas dokumen internal melalui komite terkait. Oleh sebab itu, perusahaan belum mengumumkan keputusan final kepada publik.

Berita Terkait

4 Rekomendasi Mobil Sedan Murah di Bawah Rp50 Juta, Desain Timeless
MPV Pintu Geser BYD Mulai Dikirim ke Dealer, Siap Tantang MPV Premium
Honda BeAT Terbaru Meluncur, Harga Mulai Rp 19 Jutaan
Toyota Australia Tarik 1.101 Toyota bZ4X 2025-2026 Akibat Masalah Perangkat Lunak Baterai
Komparasi Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha, Mana Lebih Unggul?
Honda Vario 160 Evo Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp28,5 Juta
Hindari Rem Blong, Ini Teknik Aman Berkendara di Jalan Menurun
AHM Daftarkan Nama Ryden 160 di PDKI, Sinyal Motor Baru Honda Muncul di Segmen 160 cc
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:00 WIB

Volkswagen PHK 100 Ribu Buruh dan Tutup 4 Pabrik, Ini Penyebabnya

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:00 WIB

4 Rekomendasi Mobil Sedan Murah di Bawah Rp50 Juta, Desain Timeless

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:00 WIB

MPV Pintu Geser BYD Mulai Dikirim ke Dealer, Siap Tantang MPV Premium

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:00 WIB

Honda BeAT Terbaru Meluncur, Harga Mulai Rp 19 Jutaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:31 WIB

Toyota Australia Tarik 1.101 Toyota bZ4X 2025-2026 Akibat Masalah Perangkat Lunak Baterai

Berita Terbaru

(Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Nasional

BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?

Senin, 29 Jun 2026 - 10:00 WIB