Gorontalo, jemarionline.com – Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Utara kini bersaing sebagai calon tuan rumah PENAS 2029. Ketiga provinsi itu menyampaikan pencalonan resmi dalam Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.
KTNA Nasional membuka proses penentuan tuan rumah dengan mekanisme terbuka. Organisasi ini melibatkan seluruh pengurus provinsi untuk memastikan keputusan berjalan adil dan transparan.
KTNA Gunakan Voting dan Musyawarah
Ketua Umum KTNA Nasional, Muhammad Yadi Sofyan Noor, menjelaskan bahwa pihaknya menggabungkan musyawarah dan pemungutan suara dalam menentukan tuan rumah PENAS XVIII.
KTNA juga melibatkan 38 pengurus provinsi dalam proses voting tersebut. Dengan sistem ini, setiap provinsi memiliki hak suara yang sama dalam menentukan hasil akhir.
“Keputusan kami ambil melalui musyawarah dan pemungutan suara oleh perwakilan KTNA dari seluruh provinsi,” kata Yadi.
Ia menambahkan bahwa sistem ini KTNA rancang untuk menjaga keterbukaan sekaligus mendorong partisipasi seluruh daerah.
Hanya Tiga Provinsi Ajukan Pencalonan Resmi
Yadi menyebutkan bahwa enam provinsi sebenarnya sudah menyatakan minat menjadi tuan rumah PENAS 2029. Namun demikian, hanya tiga provinsi yang melengkapi persyaratan administrasi dan mengajukan surat resmi.
Ketiga provinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, tiga provinsi lain belum menyelesaikan tahapan administrasi yang ditetapkan KTNA Nasional.
KTNA kemudian menetapkan hanya provinsi yang memenuhi syarat yang dapat melanjutkan ke tahap pemungutan suara.
KTNA menggelar pemungutan suara yang melibatkan 38 pengurus provinsi di seluruh Indonesia. Setiap pengurus menggunakan hak suara mereka untuk memilih tuan rumah PENAS XVIII.
Setelah itu, KTNA menggunakan hasil voting sebagai dasar penetapan akhir. Mekanisme ini memastikan proses berjalan demokratis dan mewakili aspirasi seluruh daerah.
Selain itu, KTNA juga menargetkan proses berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun perdebatan yang berlarut.
Rembug Utama KTNA Digelar di Gorontalo
Rembug Utama KTNA Tahun 2026 berlangsung di Aula Universitas Gorontalo. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Forum ini tidak hanya membahas penentuan tuan rumah PENAS, tetapi juga membahas penguatan sektor pertanian dan perikanan nasional.
Dengan demikian, Rembug Utama berfungsi sebagai ruang strategis untuk memperkuat koordinasi antarpetani dan nelayan di seluruh Indonesia.
PENAS Jadi Forum Nasional Petani dan Nelayan
PENAS menjadi forum nasional yang rutin digelar untuk mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai daerah. Kegiatan ini mendorong pertukaran pengalaman, inovasi teknologi, serta penguatan kelembagaan sektor pertanian.
Selain itu, PENAS juga mempercepat penyebaran teknologi pertanian di tingkat daerah agar lebih efektif dan berkelanjutan.
Gorontalo Siap Gelar PENAS XVII 2026
Sebelumnya, Gorontalo telah di tetapkan sebagai tuan rumah PENAS XVII setelah memperoleh dukungan 17 pengurus provinsi KTNA dalam pemilihan di Padang, Sumatera Barat, pada Juni 2023.
PENAS XVII di jadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo. KTNA kini mulai mempersiapkan transisi menuju penyelenggaraan PENAS XVIII pada 2029.
Dengan munculnya tiga kandidat utama, persaingan menuju tuan rumah baru di pastikan semakin terbuka dan kompetitif.(ar)









