Lampung, jemarionline.com – BKSDA Lampung pasang kandang jebak di Kabupaten Tanggamus setelah warga melaporkan kemunculan satwa liar yang diduga beruang madu di area perkebunan.
Petugas bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut karena kemunculan satwa mulai meresahkan masyarakat di beberapa titik.
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung langsung turun ke lokasi begitu menerima informasi dari warga.
Mereka bekerja sama dengan aparat setempat dan pemerintah desa untuk mengecek kebenaran laporan sekaligus menelusuri area yang diduga menjadi jalur satwa tersebut.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, menyebut pihaknya baru menerima laporan terbaru dari warga. Ia mengatakan tim masih mengumpulkan data tambahan untuk memperjelas kondisi di lapangan.
“Baru ini laporan yang masuk. Saat ini kami masih menganalisis dan mencari informasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi di lapangan,” kata Itno, Rabu (16/6/2026).
Tim Turun dan Pasang Kandang Jebak
Petugas BKSDA menyisir sejumlah titik di Kecamatan Semaka dan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, untuk melacak keberadaan satwa tersebut. Mereka juga memantau lokasi-lokasi yang sebelumnya warga laporkan sebagai tempat kemunculan.
Selain melakukan pemantauan, tim memasang satu kandang jebak di area yang diduga menjadi lintasan satwa. Namun hingga saat ini, satwa yang diduga beruang itu belum memasuki perangkap tersebut.
Itno menjelaskan tim menemukan indikasi pergerakan satwa yang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Kondisi itu membuat proses pemantauan harus terus berlanjut di beberapa titik.
“Tim sudah turun bersama instansi terkait dan pemerintah desa. Kami juga sudah memasang kandang jebak sebagai langkah penanganan,” ujarnya.
“Namun satwa itu belum masuk kandang. Kami kembali menerima informasi kemunculan di lokasi lain sehingga kami terus melakukan identifikasi,” lanjutnya.
BKSDA Lampung mengarah pada dugaan bahwa satwa tersebut merupakan beruang madu berdasarkan hasil temuan awal di lapangan. Petugas menemukan bekas cakaran pada batang pohon di area perkebunan warga.
Petugas juga mencatat adanya tanda aktivitas mencari makan yang diduga dilakukan oleh satwa tersebut. Meski begitu, BKSDA tetap menunggu hasil identifikasi lebih lanjut untuk memastikan jenis satwa secara akurat.
Itno menegaskan tim tidak ingin terburu-buru menetapkan kesimpulan sebelum proses verifikasi selesai.
“Dugaan sementara memang mengarah ke beruang madu. Ada bekas cakaran dan tanda-tanda lain yang menjadi petunjuk awal, tetapi kami tetap perlu memastikan,” jelasnya.
Analisis Jumlah dan Pergerakan Satwa
Tim BKSDA masih menganalisis kemungkinan jumlah satwa yang muncul di beberapa titik laporan warga. Mereka belum memastikan apakah seluruh laporan berasal dari satu individu yang sama atau lebih dari satu ekor.
Petugas membandingkan waktu dan lokasi kemunculan untuk menentukan pola pergerakan satwa tersebut. Jika jarak waktu kemunculan masih berdekatan dan berada dalam wilayah jelajah beruang, tim menduga satwa itu berasal dari individu yang sama.
Namun jika data menunjukkan sebaran waktu dan lokasi yang jauh berbeda, tim membuka kemungkinan adanya lebih dari satu satwa di wilayah tersebut.
BKSDA Lampung mengimbau warga tetap tenang dan tidak melakukan tindakan berbahaya saat menemukan satwa liar tersebut. Petugas meminta masyarakat tidak mendekati atau mencoba menangkap satwa demi keselamatan diri sendiri.
Tim juga meminta warga segera melapor ke aparat desa atau BKSDA jika melihat tanda atau keberadaan satwa tersebut agar penanganan bisa di lakukan dengan cepat dan aman.
“Jangan mencoba mendekati atau menangkap satwa tersebut karena bisa membahayakan diri sendiri maupun satwa liar,” tegas Itno.
Masyarakat dapat menghubungi Call Center BKSDA Bengkulu–Lampung di 0811-7997-070 untuk melaporkan kemunculan satwa liar.
Sebelumnya, warga Pekon Kali Sari, Kecamatan Wonosobo, melaporkan kemunculan satwa liar yang di duga beruang di area perkebunan. Polisi kemudian mengecek lokasi dan menemukan bekas cakaran pada batang pohon.
Petugas juga mencatat adanya tanda yang di duga menjadi tempat istirahat satwa tersebut di sekitar kebun warga. Kepolisian lalu berkoordinasi dengan pemerintah pekon dan BKSDA Lampung untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila, mengajak warga tetap waspada dan segera melapor jika kembali melihat kemunculan satwa liar di sekitar permukiman maupun kebun.(ar)









