Cisco IQ Bantu Perusahaan Bangun Ketahanan Jangka Panjang Hadapi Ancaman Siber

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pendeteksian Ancaman Siber (Foto: Investor.id)

Ilustrasi Pendeteksian Ancaman Siber (Foto: Investor.id)

Jakarta, Jemarionline.com – Ancaman siber terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan transformasi digital. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan sistem perlindungan mereka.

Menjawab tantangan tersebut, Cisco menghadirkan pembaruan pada platform Cisco IQ. Platform ini membantu organisasi membangun ketahanan siber jangka panjang dan memperkuat perlindungan infrastruktur digital.

Cisco menilai perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan sistem keamanan tradisional. Pelaku kejahatan kini memanfaatkan AI untuk mencari celah keamanan dan melancarkan serangan dalam waktu yang lebih singkat.

Karena itu, perusahaan membutuhkan strategi yang lebih proaktif. Mereka harus mampu mendeteksi ancaman lebih cepat, merespons insiden secara efektif, dan memulihkan sistem tanpa mengganggu operasional bisnis.

Cisco IQ hadir untuk membantu pelanggan mengelola risiko keamanan secara terintegrasi. Selain itu, platform ini memperkuat ketahanan operasional saat ancaman digital semakin kompleks.

Ancaman Siber Semakin Kompleks

Perkembangan teknologi AI membawa manfaat besar bagi dunia bisnis. Namun, teknologi yang sama juga memberikan kemampuan baru bagi pelaku kejahatan siber.

Berbagai laporan menunjukkan peningkatan serangan berbasis AI dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku kejahatan juga semakin sering menggunakan ransomware, phishing generatif, dan eksploitasi celah keamanan.

Selain itu, perkembangan komputasi kuantum dan meningkatnya ketegangan geopolitik global ikut memperbesar risiko keamanan digital.

Karena itu, banyak perusahaan mulai meninggalkan pendekatan reaktif. Sebagai gantinya, mereka membangun sistem ketahanan siber yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Cisco IQ Membantu Mengelola Risiko

Cisco mengembangkan Cisco IQ untuk memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi infrastruktur teknologi perusahaan.

Platform ini membantu perusahaan mengidentifikasi kerentanan sistem. Selain itu, Cisco IQ memudahkan evaluasi risiko keamanan dan penyusunan langkah mitigasi yang tepat.

Baca Juga :  Waspada! Ini Tanda Akun WhatsApp Disadap dan Cara Menghentikannya

Cisco juga menggabungkan fungsi keamanan, observabilitas, dan manajemen operasional dalam satu ekosistem. Langkah tersebut membantu perusahaan mengelola infrastruktur dengan lebih efisien.

Selain itu, Cisco menilai strategi ini mampu mengurangi risiko dari perangkat lama. Strategi tersebut juga membantu perusahaan mengelola jaringan modern dengan lebih baik.

Karena itu, perusahaan dapat meningkatkan keamanan tanpa menambah kompleksitas operasional.

Cisco IQ Hadapi Ancaman Berbasis AI

Salah satu fokus utama Cisco IQ adalah membantu organisasi menghadapi ancaman yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Saat ini, pelaku kejahatan dapat menggunakan AI untuk menemukan kelemahan sistem dalam waktu singkat. Mereka juga dapat mengotomatisasi berbagai jenis serangan sehingga dampaknya menjadi lebih besar.

Karena itu, Cisco IQ menggunakan analisis cerdas untuk mendukung pengambilan keputusan keamanan.

Teknologi tersebut membantu perusahaan mengenali risiko lebih cepat. Selain itu, sistem dapat memberikan rekomendasi tindakan sebelum ancaman berkembang menjadi insiden serius.

Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak perlu menunggu serangan terjadi untuk mulai bertindak.

Dorong Modernisasi Infrastruktur Digital

Cisco juga menghadirkan layanan Resilient Infrastructure Services yang terintegrasi dengan Cisco IQ.

Layanan ini membantu perusahaan memetakan kondisi infrastruktur yang mereka miliki. Selain itu, perusahaan dapat mengidentifikasi titik lemah dan menyusun strategi modernisasi secara bertahap.

Cisco juga menerapkan konsep Zero Trust Architecture. Konsep ini mewajibkan setiap pengguna, perangkat, dan aplikasi melewati proses verifikasi sebelum memperoleh akses ke sistem.

Pendekatan tersebut membantu perusahaan membatasi pergerakan penyusup apabila terjadi pelanggaran keamanan.

Karena itu, perusahaan dapat memperkuat perlindungan jaringan secara lebih menyeluruh.

Persiapan Menghadapi Era Komputasi Kuantum

Selain menghadapi ancaman saat ini, Cisco juga mempersiapkan pelanggan menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga :  Cara Tahu WiFi Rumah Dipakai Orang Lain Tanpa Izin, Ini Cara Blokirnya

Melalui Cisco IQ, perusahaan dapat memanfaatkan fitur Quantum Ready Assessment.

Fitur ini membantu perusahaan mengukur kesiapan sistem mereka terhadap perkembangan komputasi kuantum.

Penilaian ini membantu perusahaan mengukur kesiapan sistem. Selain itu, perusahaan dapat memahami risiko dari serangan berbasis komputasi kuantum.

Banyak pakar keamanan memperkirakan teknologi kuantum akan mengubah lanskap keamanan digital dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, organisasi perlu mempersiapkan diri lebih awal agar tidak tertinggal menghadapi perubahan teknologi tersebut.

Ketahanan Siber Menjadi Prioritas Bisnis

Saat ini, perusahaan tidak lagi memandang keamanan siber sebagai urusan teknologi semata.

Banyak organisasi mulai menjadikan ketahanan siber sebagai bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang.

Ketika serangan siber terjadi, perusahaan dapat mengalami kerugian finansial yang besar. Selain itu, mereka juga berisiko kehilangan kepercayaan pelanggan.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan sistem keamanan mampu menjaga keberlangsungan operasional bisnis.

Cisco meyakini kombinasi keamanan, observabilitas, dan otomatisasi dapat membantu organisasi menghadapi ancaman yang terus berkembang.

Manfaat Cisco IQ bagi Perusahaan

Cisco IQ menawarkan berbagai manfaat bagi perusahaan yang sedang menjalankan transformasi digital.

Platform ini membantu perusahaan mengidentifikasi risiko lebih cepat. Selain itu, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat perlindungan infrastruktur.

Cisco IQ juga membantu organisasi mengurangi potensi gangguan layanan akibat serangan siber.

Dengan kemampuan analisis yang lebih cerdas, perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan data dan kondisi sistem secara real-time.

Karena itu, banyak organisasi mulai mempertimbangkan pendekatan ketahanan siber sebagai investasi jangka panjang.

Berita Terkait

WhatsApp, Instagram, dan Facebook Error Malam Ini, Meta Ungkap Penyebabnya
Huawei MatePad Mini Segera Meluncur di Indonesia, Usung Desain Super Tipis dan Ringan
Cara Update iOS 27 Beta di iPhone, Simak Langkah-Langkahnya Sebelum Mencoba
Xbox Hadapi PHK Massal Juli 2026, CEO Akui Pendapatan dan Laba Terus Menurun
Force Quit Windows 11, Cara Menutup Paksa Aplikasi Frozen Tanpa Restart
Google AI Musik Terlindungi dari Gugatan Penggunaan Lagu YouTube untuk AI
itel A200 Resmi Meluncur, HP Rp 1 Jutaan dengan Bodi Tangguh Standar Militer dan Layar 120Hz
WhatsApp Dual Account di iPhone Resmi Hadir di Indonesia, Kini Bisa Pakai Dua Nomor dalam Satu Aplikasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:00 WIB

Cisco IQ Bantu Perusahaan Bangun Ketahanan Jangka Panjang Hadapi Ancaman Siber

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

WhatsApp, Instagram, dan Facebook Error Malam Ini, Meta Ungkap Penyebabnya

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:00 WIB

Huawei MatePad Mini Segera Meluncur di Indonesia, Usung Desain Super Tipis dan Ringan

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:00 WIB

Cara Update iOS 27 Beta di iPhone, Simak Langkah-Langkahnya Sebelum Mencoba

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:00 WIB

Xbox Hadapi PHK Massal Juli 2026, CEO Akui Pendapatan dan Laba Terus Menurun

Berita Terbaru

Suzuki Karimun 2026

OTOMOTIF

Suzuki Karimun 2026 Kembali Mengaspal, Kabin Luas dan BBM Irit

Minggu, 14 Jun 2026 - 09:00 WIB

Suzuki GN 160

OTOMOTIF

Suzuki GN 160 Meluncur, Siap Tantang XSR 155

Minggu, 14 Jun 2026 - 08:00 WIB