AS Serang Iran Buntut Jatuhnya Helikopter Apache di Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Detikcom

Foto: Detikcom

JAKARTA, JEMARIONLINE.COM – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran di dekat Selat Hormuz. Washington mengambil langkah tersebut sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter tempur AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS yang beroperasi di kawasan strategis tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan dilakukan atas arahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Militer AS menyebut operasi tersebut sebagai tindakan balasan yang proporsional terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Iran.

Peristiwa ini semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah yang dalam beberapa bulan terakhir telah menghadapi eskalasi konflik antara kedua negara.

AS Serang Sistem Pertahanan Iran

CENTCOM menjelaskan bahwa pasukan AS menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran di sekitar Selat Hormuz.

Serangan tersebut menghantam sistem pertahanan udara, radar pengawasan, serta stasiun kendali darat yang berada di wilayah strategis Iran. Militer AS menggunakan amunisi presisi yang diluncurkan dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Pihak AS menegaskan bahwa operasi tersebut bertujuan melindungi personel militer dan jalur pelayaran internasional yang melintasi kawasan Teluk Persia.

Ledakan Terdengar di Wilayah Selatan Iran

Media lokal Iran melaporkan sejumlah ledakan di Provinsi Hormozgan yang berada di sepanjang pesisir selatan negara tersebut.

Baca Juga :  Harga Minyak Terjun, Pasar Deg-degan Menanti Kesepakatan AS dan Iran

Laporan juga menyebut ledakan terdengar di beberapa lokasi, termasuk Pulau Qeshm dan kawasan dekat Selat Hormuz. Beberapa warga bahkan mengaku melihat aktivitas pesawat tempur di langit wilayah tersebut.

Beberapa jam setelah serangan berlangsung, media pemerintah Iran menyatakan situasi mulai kembali tenang. Meski demikian, ketegangan militer tetap tinggi di kawasan tersebut.

Jatuhnya Helikopter Apache Jadi Pemicu

Ketegangan terbaru ini bermula setelah helikopter tempur AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS jatuh di dekat Selat Hormuz.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut helikopter tersebut bertabrakan dengan drone Iran saat menjalankan patroli. Namun hingga kini, penyelidik masih memeriksa apakah tabrakan itu terjadi secara sengaja atau tidak.

Operasi penyelamatan berhasil mengevakuasi dua awak helikopter tersebut. Presiden Donald Trump menyatakan kedua kru selamat dan tidak mengalami cedera.

Trump kemudian menuduh Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut dan berjanji memberikan respons yang tegas. Tidak lama setelah pernyataan itu muncul, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Iran Janji Membalas

Pemerintah Iran langsung mengecam tindakan militer Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan serangan tersebut tanpa respons. Ia menyebut Amerika Serikat telah memilih untuk menguji tekad Iran.

Baca Juga :  Respons 5 Negara atas Desakan Donald Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Tak lama kemudian, Iran meluncurkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk dan Yordania. Media Iran melaporkan penggunaan rudal balistik dalam operasi tersebut.

Situasi ini memaksa beberapa negara Teluk seperti Bahrain dan Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara serta membunyikan sirene peringatan sebagai langkah antisipasi.

Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati kawasan tersebut. Karena itu, setiap konflik yang terjadi di sekitar Selat Hormuz dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Ketegangan terbaru memunculkan kekhawatiran baru terhadap pasar energi dunia. Investor dan pelaku industri kini memantau perkembangan situasi untuk melihat dampaknya terhadap harga minyak internasional.

Perundingan Damai Semakin Sulit

Sebelum insiden helikopter terjadi, Amerika Serikat dan Iran masih membuka peluang untuk melanjutkan negosiasi.

Namun eskalasi terbaru membuat upaya diplomasi semakin sulit. Kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan yang tajam terkait program nuklir Iran dan berbagai isu keamanan kawasan.

Para mediator internasional terus berupaya mencari jalan keluar agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas. Meski demikian, serangkaian aksi militer terbaru membuat peluang kesepakatan damai menjadi semakin rumit.

Berita Terkait

Israel Serang Iran Lagi, Dua Anggota Militer Iran Tewas
Korban Berjatuhan di Gaza dan Lebanon, Serangan Israel Kembali Jadi Sorotan
Gempa M 7,7 Filipina Picu Peringatan Tsunami, BMKG Tetapkan Status Siaga di Sejumlah Wilayah Indonesia
Hubungan AS-Israel Memanas, Intelijen AS Naikkan Status Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Iran Serang Kapal AS, Rudal dan Drone Diluncurkan di Laut Oman
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Dua Kapal Perusak AS di Teluk Oman
Trump Ancam Netanyahu Lewat Istrinya untuk Cegah Serangan Israel ke Beirut
Iran Bantah Terlibat, Klaim Rudal Patriot AS yang Hantam Bandara Kuwait
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00 WIB

AS Serang Iran Buntut Jatuhnya Helikopter Apache di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:00 WIB

Israel Serang Iran Lagi, Dua Anggota Militer Iran Tewas

Senin, 8 Juni 2026 - 13:00 WIB

Korban Berjatuhan di Gaza dan Lebanon, Serangan Israel Kembali Jadi Sorotan

Senin, 8 Juni 2026 - 07:55 WIB

Gempa M 7,7 Filipina Picu Peringatan Tsunami, BMKG Tetapkan Status Siaga di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:11 WIB

Hubungan AS-Israel Memanas, Intelijen AS Naikkan Status Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis

Berita Terbaru

Foto: Detikcom

Internasional

AS Serang Iran Buntut Jatuhnya Helikopter Apache di Selat Hormuz

Kamis, 11 Jun 2026 - 15:00 WIB