IHSG Terbang Lagi, 543 Saham Menguat dan Mayoritas Berada di Zona Hijau

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ari Saputra/detikFoto

Foto: Ari Saputra/detikFoto

JEMARIONLINE.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Mayoritas saham bergerak di zona hijau dan mendorong indeks melonjak lebih dari 2 persen hingga akhir sesi pertama perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan IHSG menguat 2,34 persen atau sekitar 134 poin. Indeks berhasil mencapai level 5.881,23 saat penutupan sesi I. Pada awal perdagangan, IHSG bahkan sempat menyentuh level 5.939,23.

Penguatan tersebut menjadi angin segar bagi pelaku pasar setelah IHSG mengalami tekanan cukup besar dalam beberapa pekan terakhir. Investor mulai kembali memburu sejumlah saham unggulan yang sebelumnya terkoreksi dalam.

Mayoritas Saham Berada di Zona Hijau

Kinerja positif IHSG didukung oleh banyaknya saham yang menguat sepanjang sesi perdagangan.

Sebanyak 543 saham mencatat kenaikan harga. Sementara itu, 151 saham mengalami penurunan dan 118 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen pasar yang jauh lebih positif dibanding beberapa hari sebelumnya.

Selain IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga menunjukkan performa yang kuat. Indeks tersebut naik 2,46 persen dan mencerminkan penguatan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Aktivitas transaksi juga berlangsung sangat ramai. Pelaku pasar membukukan volume perdagangan sekitar 31,68 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp19,94 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat menembus lebih dari 2 juta kali transaksi.

Saham Blue Chip Jadi Motor Penguatan

Sejumlah saham unggulan atau blue chip menjadi pendorong utama kenaikan IHSG.

Baca Juga :  Bea Cukai Ungkap Penyebab Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok, Importir Dinilai Lambat Angkut Barang

Di sektor perbankan, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI mencatat kenaikan sekitar 7,65 persen. Harga saham emiten tersebut naik ke level Rp3.520 per lembar saham.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menunjukkan performa positif. Saham bank swasta terbesar di Indonesia itu menguat sekitar 5,83 persen hingga mencapai Rp5.450 per saham.

Penguatan saham-saham perbankan memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan indeks. Investor menilai sektor keuangan masih memiliki prospek yang menarik setelah berbagai langkah stabilisasi ekonomi yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia.

DSSA dan BNBR Melesat Dua Digit

Selain saham perbankan, beberapa emiten juga mencatat lonjakan harga yang signifikan.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi. Harga saham DSSA melonjak sekitar 16,30 persen hingga mencapai Rp785 per saham.

Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga mencuri perhatian investor. Saham perusahaan tersebut melesat sekitar 12,37 persen dan ditutup di level Rp109 per saham pada sesi pertama perdagangan.

Lonjakan kedua saham tersebut ikut memperkuat optimisme pasar terhadap peluang pemulihan bursa dalam jangka pendek.

IHSG Masih Menghadapi Tantangan

Meski berhasil menguat tajam, IHSG masih menghadapi tantangan besar sepanjang tahun 2026.

Data perdagangan menunjukkan IHSG masih mencatat koreksi sekitar 31,98 persen secara year to date. Artinya, indeks masih berada jauh di bawah posisi awal tahun.

Baca Juga :  DPR Panggil Danantara dan Himbara Bahas Gejolak Pasar Keuangan

Sebelumnya, berbagai sentimen negatif menekan pasar saham Indonesia. Ketegangan geopolitik global, pelemahan rupiah, hingga keluarnya dana asing sempat memicu aksi jual besar-besaran di bursa.

Karena itu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih agresif.

Dana Asing Masih Keluar dari Bursa

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell.

Sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih investor asing mencapai sekitar Rp64,25 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa dana asing belum sepenuhnya kembali masuk ke pasar saham Indonesia.

Meski demikian, sejumlah analis melihat penguatan IHSG dalam beberapa hari terakhir sebagai sinyal awal pemulihan pasar. Mereka menilai stabilisasi rupiah dan kebijakan ekonomi yang lebih agresif dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor.

Optimisme Pasar Mulai Kembali

Penguatan IHSG kali ini memberi harapan baru bagi pelaku pasar modal. Banyak investor mulai melihat peluang setelah harga sejumlah saham unggulan turun cukup dalam selama beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar kembali melakukan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat. Langkah itu ikut mendorong kenaikan indeks secara keseluruhan.

Namun, analis tetap mengingatkan investor untuk memperhatikan manajemen risiko. Volatilitas pasar masih cukup tinggi dan berbagai sentimen global dapat memengaruhi pergerakan IHSG dalam waktu singkat.

Berita Terkait

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB