Kerugian Negara Kasus PJU Kerinci Rp2,74 Miliar Berhasil Dipulihkan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jambiupdate.co

Foto: Jambiupdate.co

Kerinci, Jemarionline.com – Kejaksaan Negeri Sungai Penuh mencatat perkembangan penting dalam penanganan kasus korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci Tahun Anggaran 2023.

Hingga Juni 2026, para terpidana telah mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.740.348.901,18 sebagai bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan.

Pengembalian tersebut menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam memulihkan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.

Selain itu, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan dana publik agar dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, fakta persidangan memastikan bahwa Yuses tidak menerima aliran dana dalam perkara tersebut.

Karena itu, pengadilan tidak membebankan kewajiban pengembalian kerugian negara kepada yang bersangkutan.

Pengembalian Kerugian Negara Capai Rp2,74 Miliar

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Sungai Penuh, Bang Agung, menjelaskan bahwa para terpidana telah menyetorkan lebih dari Rp2,74 miliar ke kas negara.

Jumlah tersebut berasal dari pembayaran uang pengganti yang menjadi kewajiban para terpidana sesuai putusan pengadilan.

Selain uang pengganti, kejaksaan juga menerima pembayaran denda dan sejumlah uang titipan yang berkaitan dengan perkara tersebut. Karena itu, total penerimaan negara dari penanganan kasus ini mencapai angka yang cukup signifikan.

Baca Juga :  Harga Bahan Pokok di Sungai Penuh Naik Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Keluhkan Daya Beli

Selanjutnya, kejaksaan akan terus mengawasi proses pemenuhan kewajiban para terpidana yang masih memiliki tanggungan sesuai putusan pengadilan.

Nama Yuses sempat menjadi perhatian publik selama proses penanganan perkara korupsi PJU Kerinci. Namun, fakta yang terungkap dalam persidangan menunjukkan bahwa Yuses tidak menikmati aliran dana dari proyek tersebut.

Karena tidak terbukti menerima keuntungan dari tindak pidana korupsi tersebut, aparat penegak hukum tidak mewajibkan Yuses untuk mengembalikan kerugian negara sebagaimana para terpidana yang telah dinyatakan bersalah.

Dengan demikian, posisi hukum Yuses dalam perkara ini berbeda dengan pihak-pihak yang terbukti menerima manfaat dari proyek tersebut.

Kasus PJU Kerinci Jadi Sorotan Publik

Kasus korupsi proyek PJU Kerinci menjadi perhatian masyarakat karena menimbulkan kerugian negara yang cukup besar.

Program yang seharusnya meningkatkan pelayanan penerangan jalan justru berubah menjadi perkara hukum akibat penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Sebelumnya, penyidik memperkirakan kerugian negara dalam perkara tersebut mencapai sekitar Rp2,7 miliar.

Karena itu, aparat penegak hukum berupaya mengoptimalkan pemulihan aset negara selama proses penyidikan hingga tahap eksekusi putusan.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan

Selain melakukan penindakan, kejaksaan juga menelusuri berbagai aset yang berkaitan dengan perkara tersebut guna mendukung proses pemulihan kerugian negara.

Kejaksaan Negeri Sungai Penuh menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan kerugian negara sampai seluruh kewajiban para terpidana terpenuhi.

Selain itu, kejaksaan juga melakukan langkah lanjutan untuk menagih kewajiban yang masih tersisa sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui langkah tersebut, aparat berharap dapat memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana korupsi sekaligus memperkuat upaya penyelamatan keuangan negara.

Karena itu, pemulihan aset menjadi salah satu fokus utama selain proses pemidanaan terhadap pelaku korupsi.

Keberhasilan memulihkan sebagian besar kerugian negara menjadi capaian penting dalam penanganan perkara korupsi PJU Kerinci.

Dana yang berhasil kembali ke kas negara dapat membantu mengurangi dampak kerugian yang timbul akibat penyimpangan proyek tersebut.

Selain itu, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa proses penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada hukuman pidana, tetapi juga pada upaya mengembalikan kerugian negara.

Karena itu, masyarakat dapat melihat manfaat langsung dari proses pemulihan aset yang dilakukan aparat penegak hukum. (man)

Berita Terkait

Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh
Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel
Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Berita Terbaru

Desain tipis iPad mini 8 berlayar OLED tergeletak elegan di atas meja kerja kayu dengan stylus terpasang rapi di samping.(ilustrasi poto: AI).

Trending

Apple Rilis iPad Mini 8: Layar OLED dan Chip A20 Pro

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:47 WIB

Logo Apple berbahan logam perak dengan tekstur melingkar yang elegan, terpasang pada dinding beton gelap.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Acara Apple: MacBook Pro Layar Sentuh dan Chip M6

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:41 WIB

Aktivitas pelayanan nasabah di kantor BNI yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp16,1 triliun pada kuartal III 2026.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Laba Bersih BNI Tembus Rp16,1 Triliun pada Kuartal III 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:36 WIB

Ponsel yang sedang diisi daya dengan powerbank di atas meja kerja, dikelilingi kabel charger dan laptop.(poto: AI).

Teknologi

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Okt 2026 - 07:14 WIB

Pusat operasi siber bank memantau peringatan akses tidak sah dari agen AI pihak ketiga ke sistem rekening nasabah.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Senin, 26 Okt 2026 - 07:03 WIB