Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik (dok.HIMPUHNEWS)

Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik (dok.HIMPUHNEWS)

Jemarionline.com, Wacana penerapan sistem “war tiket haji” di Indonesia tengah menjadi perhatian publik. Gagasan ini disebut sebagai upaya untuk mengatasi panjangnya antrean calon jamaah haji yang terus terjadi setiap tahun.

Namun, ide tersebut juga memunculkan perdebatan karena berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama terkait keadilan dalam akses pendaftaran haji.

Masih Sebatas Gagasan Kebijakan

Sistem “war tiket haji” digambarkan sebagai model pendaftaran yang lebih cepat dan kompetitif. Salah satu skema yang muncul adalah sistem siapa cepat dia dapat atau first come first served.

Selain itu, ada juga wacana sistem berbasis kemampuan dan kelayakan jamaah. Meski demikian, hingga saat ini kebijakan tersebut belum ditetapkan secara resmi dan masih dalam tahap kajian.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Tes CPNS, Ini Syaratnya

Sejumlah pihak menilai, sistem yang terlalu kompetitif dapat menimbulkan ketimpangan. Calon jamaah yang memiliki akses teknologi lebih baik dinilai akan lebih mudah mendapatkan kuota.

Sementara itu, sistem antrean yang berlaku saat ini dianggap masih lebih adil karena memberikan kesempatan yang sama, meskipun waktu tunggu cukup panjang.

Baca Juga :  Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengamat Soroti KPK

Masukan dari Lembaga Terkait

Pengelolaan ibadah haji di Indonesia berada di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengatur sistem kuota dan antrean jamaah.Selain itu, organisasi penyelenggara seperti HIMPUH juga ikut memberikan masukan agar setiap perubahan sistem tetap mengutamakan prinsip keadilan dan perlindungan jamaah.

Sejumlah pengamat menilai, wacana ini merupakan bentuk inovasi dalam kebijakan haji. Namun, inovasi tersebut perlu dirancang dengan hati-hati agar tidak mengorbankan prinsip keadilan sosial.Jika tidak dikaji secara matang, perubahan sistem berisiko menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

Berita Terkait

Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya
BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer
Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina
10 Provinsi dengan ASN Terbanyak 2025: Jawa Timur Duduki Posisi Puncak
Duel “Guru vs Murid” di Laga Perdana Timnas U17 Indonesia
Dua Wakil Indonesia Tembus Semifinal BAC 2026, Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia Siap Berjuang ke Final
Antrean Haji Mengular, Wacana “War Ticket” Dinilai Berisiko
OTT Bupati Tulungagung, KPK Tangkap 16 Orang
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:00 WIB

Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya

Minggu, 12 April 2026 - 15:10 WIB

BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer

Minggu, 12 April 2026 - 11:00 WIB

Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina

Minggu, 12 April 2026 - 10:00 WIB

Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik

Minggu, 12 April 2026 - 09:00 WIB

10 Provinsi dengan ASN Terbanyak 2025: Jawa Timur Duduki Posisi Puncak

Berita Terbaru

Cek Sekarang! Ini Syarat Jadi Penerima Kartu Guru Sejahtera

Pendidikan

Cek Sekarang! Ini Syarat Jadi Penerima Kartu Guru Sejahtera

Minggu, 12 Apr 2026 - 17:00 WIB

Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Naik Tipis di Pegadaian (AI)

Bisnis

Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Naik Tipis di Pegadaian

Minggu, 12 Apr 2026 - 14:00 WIB